kabarbursa.com
kabarbursa.com

Dolar AS Melemah, Rupiah Tembus Rp16.645 pada Senin Pagi

Rupiah Menguat 0,24 Persen di Tengah Pelemahan Dolar AS
Ilustrasi rupiah (Dok: Int)

KabarMakassar.com — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada awal perdagangan hari ini, Senin (29/09).

Pada pembukaan perdagangan pasar spot, US$ 1 setara dengan Rp16.700, rupiah terapresiasi 0,24 persen dari penutupan akhir pekan lalu.

Pada pukul 10:03 WITA, rupiah menguat sebesar 0,57 persen ke Rp16.645 per dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan rupiah juga menjadi yang terbaik di antara mata uang utama Asia lainnya.

Terpantau, Won Korea Selatan menduduki peringkat kedua dengan apresiasi 0,55 persen, lalu ada yen Jepang sebanyak 0,3 persen, kemudian ada yuan China sebesar 0,24 persen serta peso Filipina 0,24 persen.

Kelesuan dolar AS menjadi pemacu semangat untuk rupiah dimana akhir pekan lalu, Dollar Index melemah sebanyak 0,41 persen ke 98,152. Sementara saat ini, Dollar Index masih melemah 0,19 persen menjadi 97,966 pada pukul 10:28 WITA.

Kepercayaan konsumen yang melemah merupakan faktor yang menekan laju dolar AS. University of Michigan menyatakan bahwa indeks sentimen konsumen AS pada September sebesar 55,1, turun dari 58,2 pada Agustus dan di bawah angka awal 55,4 dimana angka tersebut menjadi yang terendah dalam empat bulan terakhir.

Direktur Survei Joanne Hsu mengungkapkan jika konsumen masih dirundung frustrasi karena harga yang tinggi, dengan 44 persen responden mengeluhkan dampaknya terhadap kondisi keuangan mereka, ditambah dengan tekanan dari melemahnya pasar tenaga kerja.

Kondisi tersebut mendorong Federal Reserve dalam mempertimbangkan stimulus moneter, dengan potensi penurunan suku bunga yang hampir pasti terjadi tahun ini.

Penurunan suku bunga diproyeksikan akan mengurangi daya tarik investasi dalam aset berbasis dolar AS, terutamanya instrumen pendapatan tetap, sehingga memberi tekanan terhadap dolar AS.

error: Content is protected !!