KabarMakassar.com — Pembangunan Stadion Untia Internasional Makassar dipastikan tetap menjadi salah satu program prioritas dalam APBD 2026 meski kondisi fiskal daerah tertekan akibat pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat.
Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman, menegaskan bahwa seluruh proses pembahasan KUA-PPAS hingga penetapan anggaran pokok 2026 akan mengakomodasi kelanjutan proyek strategis tersebut.
“Stadion Untia masuk di APBD pokok 2026 ya, kita dukung itu,” ujarnya, Selasa (18/11).
Tetapi di tengah proses itu, Pemkot Makassar menghadapi koreksi APBD akibat pemotongan dana pusat sebesar kurang lebih Rp500 miliar. Namun Supratman memastikan dampaknya dapat ditekan melalui upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga tidak menganggu program prioritas seperti Stadion Untia.
“Kurang lebih 200 sampai 300 miliar bisa tertutupi dari PAD. Pemerintah Kota sekarang menggenjot pajak dan penerimaan lain, Pemkot dan DPRD Optimis kalau bisa di cover ya,” jelasnya.
Terkait pembangunan Stadion Internasional, Supratman menegaskan bahwa proyek ini memungkinkan dibiayai APBD. TAPD telah menyampaikan bahwa anggaran tahap awal untuk penimbunan dan pemasangan tiang pancang akan masuk pada tahun 2026.
Nilai kebutuhan awal mencapai lebih dari Rp100 miliar, dan proyek ini dirancang sebagai pembangunan multiyears hingga tahap penyelesaian pada 2027.
Sementara itu, Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Makassar, Ray Suryadi, menambahkan bahwa meski terjadi penurunan signifikan pada Belanja Modal, terutama pada pos peralatan dan mesin serta jalan, jaringan, dan irigasi Banggar tetap meminta alokasi untuk Stadion Internasional dijaga konsisten.
Menurutnya, proyek multiyears ini merupakan infrastruktur strategis penunjang pertumbuhan ekonomi daerah.
Ray menekankan pentingnya penguatan monitoring dan evaluasi pada seluruh SKPD terkait agar serapan Belanja Modal tetap optimal di tengah penurunan plafon anggaran.
“Penurunan alokasi tidak boleh menghambat pembangunan prioritas daerah, termasuk Stadion Internasional. Perencanaan dan tahapan pembangunan gedung harus dialokasikan secara konsisten dan terukur,” ujarnya.
Dengan kombinasi peningkatan PAD, efisiensi belanja, dan konsistensi penganggaran pada proyek strategis, DPRD berharap pembangunan Stadion Internasional Makassar tetap berjalan sesuai rencana sebagai salah satu ikon olahraga dan infrastruktur kota yang ditarget rampung bertahap hingga 2027.
“Ini tidak hanya bicara terkait olahraga tetapi juga ekonomi di kota Makassar,” tutupnya.














