kabarbursa.com
kabarbursa.com

Polemik Gaji dan TPP ASN Terancam Tak Dibayar, Ini Kata Pj Gubernur Sulsel

Pj Gubernur Sulsel Buka Suara Atas Permasalahan Gaji-TPP yang Terancam Tak Dibayar
Pj Gubernur Sulsel, Prof Zudan Arif Fakrulloh (Dok: Nofi KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof Zudan Arif Fakrulloh buka suara atas permasalahan gaji dan tambahan penghasilan pegawai (TPP) yang terancam tak dibayar.

Gaji dan TPP yang merupakan hak pegawai ditegaskan oleh Prof Zudan tidak akan memiliki masalah. Karena semuanya terus dibayarkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.

“TPP dibayarkan terus, gaji dibayarkan terus, no issue itu,” ucapnya.

Prof Zudan menuturkan, saat ini tengah dilakukan desain APBD yang sehat untuk menciptakan provinsi yang sehat. Sejumlah elemen dilakukan penghematan seperti perjalanan dinas yang dapat digantikan dengan pertemuan melalui virtual.

“Apa yang bisa kita hemat, seperti rapat lewat zoom dengan Jakarta, itu kan kita tidak perlu tiket pesawat, tidak perlu perjalanan dinas,” ujarnya.

Walau nantinya dilakukan penghematan akan tetapi setiap perjalanan dinas yang bersifat urgent atau sangat penting akan tetap berjalan. Contohnya, untuk pelayanan kesehatan atau perjalanan dinas antar rumah sakit di kabupaten yang berbeda.

Lebih lanjut ia membeberkan, terkait dengan pertemuan atau rapat dapat dibuat lebih efektif dengan memangkas frekuensi rapat.

“Kemudian, rapat bisa kita buat lebih efektif. Misalnya 12 kali rapat di hotel kita selesaikan 6 kali. Kemudian rapat misalnya harus bertemu seperti apel pagi, kita rubah dengan zoom,” tukasnya.

Peralihan ini, kata Prof Zudan, nantinya dapat menghemat waktu serta biaya. Tiap orang tidak perlu mengeluarkan waktu, biaya transportasi, karena kantor di Pemprov tidak hanya di satu tempat.

Prof Zudan mengaku secara detail memperhatikan hal tersebut karena akan menghemat biaya yang amat banyak. Contoh lain yang diberikan adalah dengan memangkas anggaran konsumsi.

“Yang detail seperti itu saya coba perhatikan, karena akan menghemat banyak biaya, termasuk makan minum. Kalau sudah lewat zoom kan tidak perlu menyiapkan makan minum,” imbuhnya.

Detail lain dalam penghematan selanjutnya adalah akan dilakukan pengurangan listrik, pengurangan air, juga penggunaan AC.

Ia meminta agar setiap yang menggunakan AC dapat lebih bijak mengatur suhu. Karena beban listrik yang dikeluarkan cukup tinggi.

Sebelumnya, Pj Gubernur Sulsel, Prof Zudan Arif Fakrulloh menyampaikan pemaparan pengantar nota keuangan Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Sulsel tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2024 serta Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Sulsel tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025.

Rencana penerimaan pendapatan daerah tentu mempertimbangkan berbagai asumsi dan kondisi tertentu, sehingga dengan hal itu diharapkan realisasi pendapatan pada tahun anggaran 2024 di akhir tahun nanti dapat optimal dan akurat.

Begitu pula dengan proyeksi pendapatan dalam menghadapi inflasi menjadi langkah penting dalam perencanaan keuangan pemerintah.

“Oleh karena itu rancangan APBD ini dilakukan secara hati-hati dan diimbangi dengan perencanaan yang matang untuk meminimalkan dampak negatif terhadap stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

error: Content is protected !!