KabarMakassar.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memastikan komitmen penuh dalam mendukung program nasional di bidang pendidikan, salah satunya pembangunan Sekolah Rakyat.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), mengumumkan alokasi lahan seluas 7 hektar yang akan dipersiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di kota ini.
Langkah tersebut disampaikan langsung Munafri saat menerima kunjungan kerja Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan di Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (17/09).
Kunjungan itu secara khusus membahas tindak lanjut program Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintah pusat.
“Kami mendukung penuh program Sekolah Rakyat. Untuk memaksimalkan pelaksanaannya, kami menyiapkan lahan sekitar tujuh hektar. Penganggarannya sudah dimasukkan dalam APBD Perubahan 2025 dan APBD Pokok 2026. Targetnya, pembebasan lahan dilakukan tahun 2026,” ungkap Appi.
Appi menjelaskan, konsep Sekolah Rakyat sangat penting untuk memperluas jangkauan pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang selama ini terkendala akses. Pemkot Makassar berencana memprioritaskan pembangunan di wilayah kepulauan dan pulau terluar.
“Kami ingin membangun Sekolah Rakyat yang dipusatkan di pulau-pulau, terutama pulau terdekat dan wilayah selat bebas yang sulit dijangkau. Selama ini, cuaca dan medan sering menjadi penghalang bagi anak-anak untuk bersekolah,” tegasnya.
Selain itu, Pemkot juga menyiapkan opsi pemanfaatan aset yang sudah ada, seperti bekas Badan Diklat milik Pemerintah Provinsi Sulsel dan fasilitas Kementerian Sosial di Salodong, Biringkanaya. Lokasi tersebut dinilai strategis untuk mendukung pengembangan Sekolah Rakyat dengan lebih cepat.
Bagi Pemkot Makassar, pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar memenuhi program pemerintah pusat, tetapi juga menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
Dengan adanya sekolah yang lebih dekat dan terjangkau, terutama di pulau-pulau, anak-anak diharapkan tidak lagi tertinggal dalam akses pendidikan.
Appi menegaskan, pengalokasian lahan 7 hektar menjadi bukti nyata bahwa Pemkot Makassar berkomitmen menghadirkan pendidikan yang inklusif, merata, dan sesuai dengan tantangan geografis wilayahnya.
“Kami berkomitmen mendukung agar anak-anak di wilayah sulit tetap memiliki kesempatan belajar. Ini penting agar tidak ada lagi yang tertinggal karena akses,” pungkasnya.














