kabarbursa.com
kabarbursa.com

Appi Janjikan Bonus Rp100 Juta untuk RT yang Sukses Kurangi Sampah

Appi Janjikan Bonus Rp100 Juta untuk RT yang Sukses Kurangi Sampah
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menjanjikan hadiah minimal Rp100 juta bagi rukun tetangga (RT) yang dinilai berhasil menjalankan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Komitmen tersebut disampaikan Appi saat bertemu warga serta para Ketua RT/RW di Cluster Berlin Permai, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Selasa (9/6).

Menurut Appi, perubahan sistem pengelolaan sampah tidak cukup dilakukan di TPA, tetapi harus dimulai dari tingkat rumah tangga melalui kebiasaan memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya.

“Artinya tidak boleh lagi semua sampah langsung dibuang ke TPA. Sampah harus diselesaikan di rumah tangga, lalu yang sampai di TPA adalah yang sudah tidak bisa termanfaatkan,” ujar Appi.

Untuk mendukung target tersebut, Pemerintah Kota Makassar mendorong setiap RT membentuk Bank Sampah Unit (BSU) sebagai pusat pemilahan sekaligus pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomi, khususnya sampah anorganik seperti plastik.

Selain itu, Appi mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong di lingkungan masing-masing untuk kegiatan urban farming, mulai dari budidaya ikan, tanaman pangan, peternakan skala rumah tangga hingga pengolahan kompos dari sampah organik.

Ia menilai konsep tersebut dapat menekan jumlah sampah yang masuk ke TPA sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemkot Makassar menyiapkan penghargaan bagi lingkungan yang dinilai berhasil mengimplementasikan program tersebut.

“Saya pastikan RT yang terbaik tidak akan kurang 100 juta hadiahnya di ulang tahun Kota Makassar,” tegas Appi.

Appi berharap para Ketua RT dan RW menjadi motor penggerak perubahan di wilayahnya dengan menghadirkan inovasi pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

“Pemerintah kota juga akan melibatkan perangkat daerah, komunitas, akademisi, dan sektor swasta untuk memberikan pendampingan mulai dari pengelolaan sampah, urban farming, budidaya perikanan, peternakan hingga pengembangan eco-enzyme,”.

Melalui gerakan tersebut, Pemkot Makassar menargetkan terbentuknya ekosistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang mampu mengurangi beban TPA sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau, mandiri, dan produktif.

error: Content is protected !!