kabarbursa.com
kabarbursa.com

Di Tengah Polemik Hibah, KONI Makassar Fokus Kejar 200 Emas di Porprov 2026

Di Tengah Polemik Hibah, KONI Makassar Fokus Kejar 200 Emas di Porprov 2026
Kantor KONI Makassar (Dok: KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Di tengah polemik laporan terkait dana hibah Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar menegaskan tetap memprioritaskan persiapan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) 2026 di Bone-Maros.

KONI Kota Makassar memastikan fokus organisasi tidak bergeser dari target utama, yakni mempertahankan prestasi pada Porprov Sulsel dengan membidik 200 medali emas.

Auditor Internal KONI Makassar, Ayuzar ST SH MH, menegaskan pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Namun, ia memastikan dana hibah yang diterima KONI telah melalui mekanisme sesuai ketentuan dan digunakan berdasarkan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

“Kami menghormati setiap proses hukum yang berjalan. Dana hibah yang diterima KONI Kota Makassar telah melalui alur dan prosedur sesuai peraturan. Penggunaannya pun mengacu pada NPHD yang telah disepakati bersama Pemerintah Kota,” kata Ayuzar, saat prescon di kantor KONI Makassar Jalan Kerung-Kerung, Kota Makassar Sulsel, Sabtu (18/07).

Menurutnya, dana hibah tersebut diperuntukkan untuk pembinaan prestasi olahraga dan operasional organisasi, bukan untuk kepentingan pribadi pengurus. Ia menyebut sekitar 80 persen anggaran hibah dialokasikan langsung kepada cabang olahraga (cabor).

Ayuzar menjelaskan, dari hibah Rp15 miliar yang diterima pada 2025, sekitar Rp1 miliar dikembalikan sebagai sisa lebih penggunaan anggaran (SiLPA). Sementara sekitar Rp11 miliar disalurkan kepada puluhan cabang olahraga guna mendukung pembinaan atlet dan pelaksanaan prakualifikasi Porprov.

“Sebagian besar anggaran kami salurkan kepada cabang olahraga. Dukungan itu menjadi modal penting untuk membangkitkan kembali pembinaan atlet setelah dua tahun sebelumnya cabang olahraga praktis tidak menerima bantuan,” ujarnya.

Di tengah sorotan terhadap dana hibah tersebut, KONI Makassar tetap mematangkan persiapan menuju Porprov 2026. Salah satu program yang dijalankan adalah tes fisik terhadap seluruh atlet bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar (UNM).

Setelah menjalani tes fisik, seluruh cabang olahraga akan mengikuti Training Center Mandiri (TCM) selama empat bulan hingga awal November 2026. Program itu akan dimonitor secara berkala oleh KONI, termasuk pemberian dukungan biaya transportasi bagi atlet dan pelatih selama masa latihan.

Berdasarkan data sementara, kontingen Kota Makassar diperkirakan diperkuat sekitar 850 atlet. Total kontingen yang akan diberangkatkan mencapai 1.192 orang yang terdiri atas atlet, pelatih, ofisial, manajer, dan mekanik. Makassar akan mengikuti 43 dari 45 cabang olahraga yang dipertandingkan pada Porprov Bone-Maros.

Untuk mendukung seluruh tahapan persiapan tersebut, KONI Makassar mengalokasikan anggaran sekitar Rp13 miliar.

Ayuzar mengatakan persiapan tidak hanya difokuskan pada pelaksanaan pertandingan, tetapi dimulai sejak tahap awal, mulai dari tes fisik, pemusatan latihan, hingga penyediaan seluruh kebutuhan kontingen.

“Persiapan Porprov bukan hanya saat pertandingan. Semua tahapan sudah kami jalankan dari sekarang, mulai tes fisik, training center, monitoring latihan hingga pemenuhan kebutuhan atlet. Target kami jelas, Kota Makassar bisa kembali menjadi juara dengan raihan 200 medali emas,” tegasnya.

Ia juga menambahkan kepengurusan saat ini memperkuat tata kelola organisasi dengan mengoptimalkan fungsi auditor internal, bidang perencanaan, serta pendampingan dari Kejaksaan, Kepolisian, BPKP, dan Inspektorat sebagai langkah pencegahan penyimpangan dalam pengelolaan dana hibah.

“Kami tidak ingin mengulangi persoalan masa lalu. Karena itu fungsi pengawasan diperkuat agar pengelolaan anggaran berlangsung transparan, akuntabel, dan tepat sasaran,” tutup Ayuzar.

error: Content is protected !!