kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Rocket Stove Karya Mahasiswa Unhas Diuji di Maros, Limbah Asap Rendah

Rocket Stove Karya Mahasiswa Unhas Diuji di Maros, Limbah Asap Rendah
Suasana KKN Tematik Mahasiswa Unhas (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Mahasiswa KKN Tematik 116 Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin meresmikan sekaligus menyerahkan Rocket Stove kepada masyarakat Desa Benteng Gajah, Kabupaten Maros, Sabtu (18/7).

Teknologi tepat guna tersebut dihadirkan sebagai solusi pengelolaan limbah biomassa yang lebih efisien sekaligus mengurangi asap hasil pembakaran.

Peresmian dihadiri Kepala Desa Benteng Gajah Ansar, Ketua Karang Taruna Desa Benteng Gajah Dayat, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Setelah diresmikan, Rocket Stove langsung diuji coba melalui pembakaran perdana.

Koordinator Desa KKN Tematik 116 Desa Benteng Gajah, Reza Firdaus Abidin, mengatakan pembangunan Rocket Stove merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat selama pelaksanaan program KKN.

“Rocket Stove ini dapat terwujud berkat dukungan banyak pihak, mulai dari pemerintah desa, Karang Taruna hingga masyarakat yang terlibat sejak tahap perencanaan sampai penyelesaian pembangunan,” ujar Reza.

Ia juga mengapresiasi dukungan Kepala Desa Benteng Gajah dan Kepala Dusun Sakeang yang ikut membantu proses pembangunan, termasuk penyediaan material dan pendampingan di lapangan.

Kepala Desa Benteng Gajah, Ansar, menilai Rocket Stove menjadi inovasi yang bermanfaat karena mampu mengolah limbah biomassa dengan cara yang lebih ramah lingkungan.

“Rocket Stove merupakan teknologi tepat guna yang tidak hanya membantu pengelolaan limbah biomassa, tetapi juga menjadi contoh penerapan inovasi ramah lingkungan bagi masyarakat di Desa Benteng Gajah. Kami berharap teknologi ini terus dikembangkan, termasuk di lingkungan kantor desa,” kata Ansar.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Benteng Gajah, Dayat, berharap keberadaan Rocket Stove dapat mendukung pengurangan limbah padat, khususnya di kawasan wisata Bulu Saukang, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

Uji coba yang dilakukan usai peresmian menunjukkan Rocket Stove menghasilkan emisi asap yang jauh lebih rendah dibandingkan pembakaran konvensional. Panas yang dihasilkan juga lebih terfokus di ruang bakar sehingga proses pembakaran berlangsung lebih efisien.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Tematik 116 Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin berharap Rocket Stove dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai solusi sederhana dalam mengelola limbah biomassa sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim di tingkat desa.

error: Content is protected !!