kabarbursa.com
kabarbursa.com

Kurang Pengawasan, 4 Kotak Suara di Kantor PPK Jeneponto Dibobol Orang

2 Pemuda Jeneponto Bobol 4 Kotak Suara di Kantor PPK
Aswar Anas (28) dan Nurhandani Febri (18) saat dibawa ke Mapolres Jeneponto.

KabarMakassar.com — Dua pemuda di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan tertangkap basah saat melakukan aksi pembobolan kotak suara di Gudang logistik PPK Kecamatan Bangkala Barat.

Aksi nekad tersebut diduga dilakukan oleh Aswar Anas (28) dan Nurhandani Febri (18). Keduanya merupakan warga asli Buludoang, Desa Tuju, Kecamatan Bangkala Barat.

Peristiwa ini pun dibenarkan oleh Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Hukum Bawslu Jeneponto, Bustanil Nassa saat di temui di ruang kerjanya. Selasa (20/2).

“Ya jadi terkait dengan kejadian di Bangkala Barat ini, teman-teman pengawasan menemukan tindak pidana Pemilu yang diduga dilakukan oleh 2 oknum tertentu yang tak bertanggung jawab,” ujarnya.

Bustanil menjelaskan aksi pembobolan tersebut dilakukan oleh kedua pelaku sekira pukul 01.00 Wita pada Senin 19 Februari 2024, kemarin.

Dalam melancarkan aksi nekadnya, kedua pelaku memanjat pagar dan merusak gembok pintu gudang dengan tang pemotong.

Setelah itu, kedua pelaku langsung masuk dan membobol sejumlah kotak suara yang disimpan di dalam ruangan. Namun aksi tersebut dipergoki petugas PPK dan Polisi serta Babinsa yang sedang melakukan piket. Atas kejadian tersebut, kedua pelaku berhasil membobol sejumlah kotak suara.

“Ada 4 kotak surat suara dari TPS 1, 2 dan 8 Desa Tuju dan TPS 1 di Desa Bulu Jaya suara yang sudah direkap dan mengubah salinan C1 hasil DPRD dan menambahkan jumlah suara Caleg DPRD di Kabupaten menggunakan spidol,” ungkapnya.

Sementara kedua pelaku bersama barang bukti yang digunakan langsung diamankan di Mapolres Jeneponto.

“1 buah tang pemotong, 1 gunting, 2 handphone, 2 sweater, 1 lem korea dan tas selempang Sementara kedua pelaku langsung digiring ke Mapolres Jeneponto,” beber Bustanil.

Sementara, berdasarkan informasi kepolisian yang banyak beredar di sosial media mengungkapkan tujuan pelaku merubah data agar sejumlah TPS melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Hal tersebut dilakukan karena ingin menambah jumlah suara orang tuanya yang sedang ikut nyaleg.

“Keduanya diduga berniat ingin membantu Caleg Golkar Anas Kalanna sehingga ada 4 buah kotak yang dirusak segelnya serta 4 lembar rekap C1 yg telah ditambahkan/dirubah,” tulis dalam keterangan tersebut.

error: Content is protected !!