KabarMakassar.com — Sekolompok remaja yang berjumlah 9 orang di Kabupaten Gowa diduga berencana melakukan penyerangan terhadap warga di salah satu desa di Kecamatan Palangga. Namun, aksi mereka digagalkan tim Jatanras Polres Gowa yang sedang melakukan patroli.
Tim jatanras Polres Gowa yang tengah melakukan patroli di wilayah Somba Opu mendapatkan informasi dari masyarakat terkait rencana penyerangan para remaja itu, dan langsung bergerak mengamankan komplotan tersebut.
“Kami bersama personel melakukan patroli di wilayah sekitar Somba Opu, lalu mendapat informasi bahwa ada sekelompok anak muda yang ingin melakukan penyerangan di Kecamatan Pallangga,” kata Kanit Jatanras Polres Gowa, IPDA Iskandar kepada wartawan, Kamis (15/05).
Dalam rencana penyerangannya, sekelompok remaja ini berkumpul di satu titik untuk menunggu rekannya yang lain, dan secara bersama sama hendak melakukan penyerangan.
“Kami menemukan kelompok remaja itu sedang menunggu rekan-rekannya. Saat kami periksa, mereka membawa satu samurai, satu badik, dua ketapel, sebelas anak panah busur, dan beberapa unit motor,” terangnya.
Kesembilan remaja beserta barang bukti langsung dibawa ke Mapolres Gowa untuk pemeriksaan lebih lanjut. Iskandar memastikan akan menindak tegas setiap bentuk aksi premanisme, khususnya yang melibatkan anak muda.
“Kami imbau masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan jika ada potensi gangguan. Kami akan tindak tegas setiap pelaku aksi premanisme,” tegasnya.
Iskandar menuturkan bahwa razia premanisme di kabupaten Gowa akan terus di laksanakan oleh pihaknya mengingat maraknya kejahatan jalan. Aksi ini menjadi peringatan serius atas meningkatnya potensi kekerasan di kalangan remaja, yang kerap dipicu oleh konflik sepele namun bisa berujung pada tindakan kriminal.
Sementara itu, salah satu pelaku mengaku bahwa niat mereka melakukan penyerangan muncul karena tersulut emosi terhadap pemuda dari desa tersebut.
“Temanku ada masalah, Awalnya cuma mau ketemu, tapi dia malah mengancam. Jadi kami bawa busur, samurai dan badik. Pertamanya tidak ada niat menyerang, Pak. Tapi karena dia bilang-bilangi kami, jadi tersinggung,” kata salah satu pelaku yang masih berstatus pelajar.














