kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Stock Habis, Dua Anak Dijeneponto Ngotot Divaksin

KabarSelatan.id — Mahyesa siswa SD Negeti 13 Matere, Kelurahan Tolo, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan bersedih.

Bocah berusia 10 tahun itu bersedih lantaran tak mendapat jatah vaksinasi dari tim Puskesmas tolo. Jumat (18/2) lalu.

Salah satu petugas Vaksinasi, Ayu Rezkynawanti mengungkapkan hal itu terjadi lantaran banyaknya siswa yang ingin divaksin sehingga stok vaksin habis.

"Kehabisan vaksin tadi terus sambil ditunggui orang Dinkes bawa vaksin," kata Ayu kepada awak media via telepon. Minggu (20/2).

Merasa tak sabar, orang tua Mahyesa, Nurhayati lebih memilih pulang ketimbang menunggu stock vaksin yang ditunggu.

Padahal sang anak ngotot meminta divaksinasi.

"Terus ini mamanya siswa tidak mau lama menunggu capek mi. Baru ini anaknya mau sekali di vaksin," jelasnya.

Bahkan, Nurhayati merasa curiga jika petugas sengaja tak ingin melayani buah hatinya. 

Namun hal itu dibantah petugas lantaran. Bocah itu sudah melalui pemeriksaan dan siap untuk disuntik vaksin.

Alhasil, Petugas vaksinasi berinisiatif menenangkan sang bocah agar tak rewel.

"Baru mamanya mengira anaknya tidak bakal diladeni padahal sudah diperiksa, sudah discreening tinggal tunggu di suntik vaksin," ucapnya.

Tak kunjung tiba, Ibu dan anak itu memilih pulang bahkan sang ibu mencubit Mahyesa karena tak berhenti menagis.

"Tapi belum ada itu vaksin jadi pulang ki baru di cubit ki anaknya. Pas datang kesini kembali menangis-menangis," ungkapnya.

Tak berselang lama, vaksin yang ditunggu pun tiba namun petuga belum bisa memberi suntikan vaksin ke bocah itu dengan alasan satu dosis vaksin  diperuntukkan bagi dua orang.

"Kubilang tidak bisa mi karena tidak cukup harus ki dua orang jadi pulang lagi jadi datang lagi," kata dia.

Beruntung, gadis perempuan datang dan menawarkan dirinya buat divaksin. Akan tetapi, gadis itu juga menangis karena disarankan vaksinnya akan dilakukan esok hari.

"Ada orang mau divaksin itu yang anak-anak perempuan mau tongi menangis karena dibilang besokpi di vaksin bahkan mau tongngi menagis," terangnya.

Keduanya pun memutuskan pulang. Tak berselang lama, kedua bocah itu datang kembali sambil menangis. Merasa kasihan, bocah tersebut akhirnya divaksin.

"Jadi pas datang lagi itu kembali anak-anak jadi mi dua orang menangis-menangis mi kodong gegara mau sekali divaksin," terangnya.

Ia menambahkan bahwa dari hasil kegiatan tersebut, setidaknya ada 68 siswa yang disuntik.

"Alhamdulillah 68 orang," pungkasnya.

Sekadar diketahui, pemerintah daerah saat ini terus melakukan vaksinasi anak usia 6-11 tahun.

Vaksinasi ini dilakukan usai tim satgas Covid-19 Jeneponto menggelar sosialisasi tentang gerakan vaksinasi anak di 11 kecamatan. Vaksinasi ini ditarget rampul pada Maret mendatang.

error: Content is protected !!