kabarbursa.com
kabarbursa.com

Pelajar SMA dan Sales Roti Dibacok Komplotan Bersenjata Tajam di Gowa, Polisi Buru Pelaku

Pelajar SMA dan Sales Roti Dibacok Komplotan Bersenjata Tajam di Gowa, Polisi Buru Pelaku
Ilustrasi (Dok: KabarMakassar)

KabarMakassar.com – Aksi kekerasan jalanan kembali terjadi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Seorang pelajar SMA berinisial MS (16) dan seorang sales roti bernama Akmal (28) menjadi korban pembacokan oleh sekelompok pelajar tak dikenal di Jalan Nuhung, Kelurahan Kale Bajeng, Kecamatan Bajeng, Selasa (9/9/2026).

Peristiwa tersebut terjadi saat korban MS dalam perjalanan pulang dari sekolah. Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pelaku diduga berjumlah empat orang dan berboncengan menggunakan dua sepeda motor.

Aksi para pelaku sempat terekam dalam video amatir yang beredar di masyarakat. Dalam rekaman tersebut, terlihat sejumlah pengendara yang diduga pelaku melintas secara beriringan sambil mengayunkan senjata tajam ke arah pengguna jalan yang berpapasan.

Akibat kejadian itu, MS mengalami luka robek pada bagian pundak dengan panjang sekitar 9 sentimeter. Korban harus mendapatkan 18 jahitan setelah dilarikan ke Puskesmas Bajeng untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara korban lainnya, Akmal, mengalami luka sayatan pada bagian punggung akibat terkena sabetan senjata tajam. Keduanya mendapatkan penanganan medis setelah kejadian.

Ibu korban MS, Dahlia, mengatakan para pelaku yang menyerang anaknya diduga masih berstatus pelajar karena terlihat mengenakan seragam sekolah saat melakukan aksi tersebut.

Menurutnya, para pelaku tidak hanya menyerang anaknya, tetapi juga mengayunkan senjata tajam kepada pengendara lain yang melintas di jalan tersebut.

“Mereka memakai seragam sekolah. Mereka berboncengan dan mengayunkan senjata tajam ke pengendara yang lewat,” ujar Dahlia.

Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Polsek Bajeng bersama Satreskrim Polresta Gowa langsung melakukan penyelidikan. Polisi kini mengumpulkan keterangan dari para saksi serta melakukan pemeriksaan terhadap rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

Pihak kepolisian masih melakukan identifikasi terhadap para pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pembacokan tersebut.

Sementara itu, warga sekitar meminta aparat keamanan meningkatkan patroli, khususnya pada waktu rawan seperti jam pulang sekolah dan malam hari. Warga berharap aksi kekerasan jalanan serupa tidak kembali terjadi dan mengganggu rasa aman masyarakat.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku serta motif di balik aksi pembacokan tersebut.