KabarMakassar.com — Kota Makassar diguyur hujan sejak Minggu malam, 17 Mei 2026 sekitar pukul 22.00 WITA. Hingga Senin siang, 18 Mei 2026, intensitas hujan di sejumlah wilayah kota masih terpantau berlangsung.
Prakirawan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, Retno Noviana, menyebut potensi hujan masih dapat terjadi hingga sore hari di wilayah Makassar dan sekitarnya.
“Kondisi hujan seperti saat ini diprakirakan masih berpotensi terjadi hingga sore hari nanti di kota Makassar dan sekitarnya,” ungkap Retno, Senin (18/05)
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan.
Potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang berdurasi singkat.
“Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat di wilayah Sulawesi Selatan,” jelasnya.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk 18 Mei 2026, kondisi pagi hari di Sulawesi Selatan umumnya berawan. Namun hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Kepulauan Selayar, dan Jeneponto.
Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan diprakirakan terjadi di hampir seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
Sementara hujan dengan intensitas sedang diprediksi mengguyur Barru, Pangkep, Bulukumba, Luwu Timur, Luwu Utara, Tana Toraja, Luwu, dan Bone.
Pada malam hari, kondisi cuaca diprakirakan kembali berawan di sebagian besar wilayah Sulsel.
Meski demikian, hujan ringan masih berpotensi terjadi di Luwu Timur, Luwu Utara, Palopo, Luwu, Tana Toraja, Wajo, Bone, Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, dan Kepulauan Selayar.
Sementara pada dini hari, hujan ringan diperkirakan masih berpotensi terjadi di Luwu Timur, Pangkep, dan Kepulauan Selayar.
BMKG mencatat suhu udara di Sulawesi Selatan berada pada kisaran 20 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan udara antara 70 sampai 100 persen.
Kecepatan angin diprakirakan bergerak dari arah utara hingga timur dengan kecepatan 8 sampai 30 kilometer per jam.
BMKG juga kembali mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di wilayah Sulawesi Selatan.














