kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Begal Makassar Makin Brutal, Sahroni Minta Polisi Berani Tembak Pelaku Ditempat

Begal Makassar Makin Brutal, Sahroni Minta Polisi Berani Tembak Pelaku Ditempat
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni (Dok: Ist)

KabarMakassar.com – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menyoroti maraknya aksi begal di Makassar, Sulawesi Selatan, yang semakin meresahkan masyarakat. Aparat kepolisian diminta bertindak tegas dan terukur terhadap para pelaku kejahatan jalanan tersebut.

Menurut Sahroni, para pelaku begal kini semakin nekat dan tidak segan melukai korban menggunakan senjata tajam. Karena itu, aparat di lapangan diminta berani mengambil tindakan cepat demi melindungi masyarakat.

“Saya minta seluruh Polda menginstruksikan secara klir kepada jajaran di Polres dan Polsek, agar anggotanya berani melakukan tembakan terukur di tempat kepada para pelaku begal. Lumpuhkan mereka, amankan, lalu proses hukum dengan tegas,” kata Sahroni dalam keterangannya, Rabu (13/05).

Pernyataan itu disampaikan menyusul kasus pembegalan terhadap seorang bocah berusia 13 tahun di Makassar. Korban disabet parang oleh pelaku sehingga harus dilarikan ke RSUD Daya Makassar.

Sebelumnya, kasus kejahatan jalanan juga menjadi sorotan setelah seorang anggota Intelkam Polda Lampung, Bripka (Anumerta) Arya Supena, gugur ditembak saat melakukan pengejaran terhadap pelaku curanmor. Peristiwa tersebut memperlihatkan meningkatnya eskalasi kekerasan pelaku begal yang kini tidak segan menyerang aparat kepolisian.

Sahroni menilai kondisi tersebut tidak bisa dianggap biasa karena menyangkut keselamatan masyarakat di ruang publik. Ia meminta patroli kepolisian diperkuat dengan standar operasional yang jelas agar petugas tidak ragu mengambil keputusan di lapangan.

“Kalau aparat terlambat sedikit saja mengambil tindakan, justru nyawa masyarakat yang bisa hilang dibunuh oleh mereka. Pasukan patroli harus dibekali SOP yang kuat agar berani mengambil keputusan di jalan,” ujarnya.

Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPR RI itu juga menegaskan bahwa kejahatan jalanan tidak akan pernah selesai jika aparat terlihat lemah dalam penindakan. Menurutnya, pelaku begal harus diberikan efek jera agar aksi serupa tidak terus berulang.

“Begal ini tidak akan pernah habis kalau aparat terlihat ragu dan lembek. Mereka makin merasa tidak takut pada hukum,” tegas Sahroni.

Ia menambahkan, tindakan tegas dan terukur yang dilakukan aparat bukan untuk menunjukkan kekuasaan, melainkan demi menjaga keamanan masyarakat dan ketertiban umum.

“Tindakan tegas yang terukur itu bukan untuk gagah-gagahan, semata-mata untuk melindungi masyarakat dan menjaga kamtibmas,” tukasnya.

error: Content is protected !!