KabarMakassar.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mulai bergerak serius menekan angka anak putus sekolah yang masih tergolong tinggi.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, resmi membentuk relawan Tim Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah (ATS) sebagai langkah konkret menjemput kembali anak-anak ke bangku pendidikan.
Appi menegaskan, pembentukan Tim ATS bukan sekadar program formal pemerintah, melainkan respons atas persoalan nyata di lapangan.
“Banyak sekali anak-anak kita yang terpaksa harus putus sekolah. Nah, ini yang harus kita pastikan mereka bisa kembali ke sekolah,” tegasnya, Minggu (3/5).
Menurutnya, pendidikan adalah hak dasar yang tidak boleh terputus oleh kondisi apa pun. Karena itu, pemerintah mengambil peran aktif memastikan setiap anak tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak.
“Ini bukan sekadar program administratif. Ini gerakan sosial agar tidak ada anak Makassar yang tertinggal dari haknya untuk belajar dan meraih masa depan,” ujar Appi.
Ia menjelaskan, Tim ATS akan bekerja langsung di lapangan dengan pendekatan jemput bola. Relawan akan mendata anak tidak sekolah, mengidentifikasi penyebabnya, hingga mendampingi proses mereka kembali ke sistem pendidikan.
“Tim ini akan menjaring mereka, menjangkau langsung, dan memastikan proses pendidikan berjalan, termasuk bagaimana kita menurunkan angka putus sekolah,” tambahnya.
Meski belum menetapkan target pasti, Pemkot Makassar akan menggunakan evaluasi berbasis data untuk mengukur capaian program tersebut.
“Mereka akan mempresentasikan berapa persen target yang bisa dicapai. Semua berbasis data dan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Appi juga mengakui bahwa persoalan putus sekolah di Makassar masih signifikan dan membutuhkan kerja ekstra serta keterlibatan berbagai pihak.
“Kita harus cocokkan dengan data dinas, dan memang solusinya harus turun langsung ke masyarakat,” tukasnya.














