KabarMakassar.com — Peringatan Hari Jadi Kabupaten Jeneponto ke-163 menjadi ajang unjuk gigi Pemerintah Kabupaten Jeneponto. Di hadapan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaeman, Bupati Jeneponto Paris Yasir memaparkan sederet capaian mentereng, mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga penurunan angka kemiskinan.
Paris Yasir menegaskan bahwa visi “Jeneponto Bahagia” yang diusungnya bukan sekadar slogan di atas kertas. Menurutnya, hal tersebut adalah arah pembangunan nyata yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Capaian pembangunan hari ini adalah hasil kerja bersama. Dengan semangat A’bulosibatang, kita terus bergerak memastikan pembangunan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Paris Yasir dalam sambutannya, Jumat (1/5).
Secara makro, performa ekonomi daerah berjuluk Butta Turatea ini menunjukkan tren positif. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2025 tercatat menembus Rp34,11 triliun dengan sektor pertanian sebagai tulang punggung utama.
Yang paling menonjol, pertumbuhan ekonomi Jeneponto melesat hingga 6,59 persen. Angka ini pun menempatkan Jeneponto dalam jajaran lima besar daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi Selatan.
Sektor kesejahteraan juga tak luput dari tren positif, mulai dari Angka Kemiskinan: Turun menjadi 11,42 persen (turun 0,4 persen dari tahun sebelumnya), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT): Berhasil ditekan dari 2,38 persen menjadi 1,88 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM): Meningkat ke angka 70,25.
Dari sisi birokrasi, Pemkab Jeneponto kini mengantongi predikat B untuk nilai SAKIP dengan Indeks Kepuasan Masyarakat mencapai 79,67 persen.
Dalam momen HUT ini, Paris Yasir juga meresmikan sejumlah infrastruktur strategis melalui penandatanganan prasasti, mulai dari jalan, puskesmas, hingga gedung pelayanan publik.
Salah satu yang menjadi primadona adalah wajah baru Stadion Mini Turatea yang telah direnovasi dan kini menjadi ikon baru kebanggaan warga Jeneponto.
Kado manis juga datang dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Gubernur Andi Sudirman menyerahkan bantuan senilai Rp10 miliar yang dialokasikan untuk mobil pemadam kebakaran, traktor roda empat, hibah rumah ibadah, hingga bantuan peralatan bagi pelaku UMKM.
Menutup laporannya, Paris Yasir memastikan pihaknya tidak akan mengendurkan langkah untuk masa depan Jeneponto.
“Ke depan, kita tidak akan mengendurkan langkah. Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kita optimistis Jeneponto akan terus tumbuh menjadi daerah yang maju, tangguh, dan sejahtera,” pungkasnya.














