KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar mencatat progres verifikasi berkas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 terus mengalami peningkatan.
Hingga Rabu (17/06), rata-rata penyelesaian verifikasi di sejumlah sekolah telah mencapai sekitar 70 persen setelah sebelumnya masih berada di bawah 50 persen.
Tim Ahli Pemerintah Kota Makassar, Andi Gita Namira Patigana, mengatakan percepatan tersebut menjadi hasil evaluasi yang terus dilakukan selama pelaksanaan tahapan verifikasi.
“Pada hari kedua, rata-rata verifikasi masih di bawah 50 persen. Alhamdulillah hari ini saya lihat sudah mencapai sekitar 70 persen,” ujarnya.
Meski menunjukkan perkembangan positif, Gita mengakui masih ada sekolah yang membutuhkan percepatan penyelesaian berkas. Karena itu, koordinasi antara Dinas Pendidikan dan pihak sekolah dinilai perlu diperkuat agar seluruh proses rampung sebelum pengumuman hasil seleksi.
Menurutnya, keterlambatan umumnya terjadi di sekolah-sekolah favorit yang menerima lonjakan pendaftar, terutama melalui jalur prestasi.
“Memang ada beberapa sekolah yang jumlah pendaftarnya menumpuk. Biasanya sekolah-sekolah unggulan yang banyak diminati siswa berprestasi seperti SMP Negeri 6 dan beberapa sekolah favorit lainnya. Namun sejauh ini progres verifikasinya terus bergerak,” katanya.
Pemkot Makassar kini mulai mengalihkan perhatian pada pembukaan jalur domisili yang diperkirakan akan menghadirkan jumlah pendaftar lebih besar dibanding jalur non-domisili. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, kesiapan infrastruktur teknologi dan sumber daya manusia telah disiapkan sejak dini.
Gita menyebut kapasitas server telah diperkuat agar mampu menampung lonjakan akses masyarakat saat proses pendaftaran berlangsung.
“Untuk persiapan teknis, kami sudah menyiapkan kapasitas server yang memadai agar mampu mengantisipasi penumpukan pendaftar pada jalur domisili nanti,” jelasnya.
Selain penguatan sistem, sekolah-sekolah yang diperkirakan menerima jumlah pendaftar tinggi juga diminta menambah petugas verifikasi agar pemeriksaan dokumen dapat dilakukan lebih cepat.
“Kami meminta sekolah-sekolah yang berpotensi menerima pendaftar dalam jumlah besar untuk menyiapkan verifikator lebih banyak. Jalur non-domisili ini bisa menjadi cerminan awal, sementara pada jalur domisili jumlah pendaftarnya diperkirakan akan jauh lebih besar,” tutup Gita.
Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, pengumuman hasil seleksi jalur non-domisili akan dilakukan pada 18 Juni 2026. Peserta yang dinyatakan lolos wajib melakukan pendaftaran ulang, verifikasi, dan validasi pada 19–21 Juni 2026, sedangkan pendaftaran jalur domisili dijadwalkan berlangsung mulai 22 hingga 26 Juni 2026.













