kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Gempa Susulan di Sigi-Palu Terus Terjadi, BMKG Rekam 582 Aftershock Hingga Rabu Sore

Gempa Susulan di Sigi-Palu Terus Terjadi, BMKG Rekam 582 Aftershock Hingga Rabu Sore
Sebaran gempa bumi susulan pasca gempa tektonik M6,7 di Sigi dan Palu (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 582 gempa bumi susulan terjadi setelah gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sigi dan Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6/2026). Dari ratusan gempa susulan tersebut, sebanyak 25 kejadian dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.

Berdasarkan pembaruan BMKG hingga Rabu (17/6/2026) pukul 16.30 WITA, aktivitas gempa susulan masih terus berlangsung meski menunjukkan kecenderungan menurun dibandingkan fase awal setelah gempa utama terjadi.

Data Pusat Gempa Bumi Regional IV menunjukkan frekuensi gempa susulan tertinggi terjadi pada rentang waktu 16 Juni 2026 pukul 17.27 WITA hingga 20.27 WITA dengan jumlah mencapai 84 kejadian dalam kurun tiga jam. Aktivitas susulan yang tinggi juga tercatat pada periode 23.27 WITA hingga 02.27 WITA dengan 80 kejadian.

Secara keseluruhan, magnitudo gempa susulan yang tercatat berkisar antara M1,3 hingga M5,2. BMKG mencatat hanya satu gempa susulan yang memiliki magnitudo lebih besar atau sama dengan M5.

Sebaran gempa susulan terkonsentrasi di sekitar episenter gempa utama yang berada di wilayah Kabupaten Sigi. Peta distribusi gempa menunjukkan sebagian besar aktivitas terjadi di sepanjang sistem sesar aktif yang membentang di kawasan tersebut.

Sebelumnya, gempa utama berkekuatan M6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) pukul 11.27.45 WITA. Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa berada pada koordinat 1,03 derajat Lintang Selatan dan 120,24 derajat Bujur Timur atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer.

BMKG menyatakan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.

Guncangan gempa utama dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah. Intensitas tertinggi tercatat di Palu dengan skala VI-VII MMI dan di Kabupaten Sigi dengan skala V-VI MMI.

Selain itu, getaran gempa juga dirasakan di wilayah Polewali Mandar, Mamasa, Mamuju, dan Pasangkayu dengan intensitas III MMI. Sementara wilayah Pinrang, Parepare, Pohuwato, Boalemo, Gorontalo Utara, Kabupaten Gorontalo, dan Luwu Utara merasakan getaran pada skala II-III MMI.

BMKG menyebut gempa utama telah menimbulkan laporan kerusakan di sejumlah lokasi terdampak. Meski demikian, hasil pemodelan menunjukkan gempa berkekuatan M6,7 tersebut tidak berpotensi memicu tsunami.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto mengatakan, aktivitas gempa susulan yang masih berlangsung membuat pihaknya terus melakukan pemantauan secara intensif. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah,” tegasnya.

error: Content is protected !!