kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Bulog Sulsel Butuh Tambahan Gudang 300 Ribu Ton untuk Panen Raya

Siaga El Nino, Bulog Sulsel Serap 8.000 Ton Beras per Hari
Kantor Perum Bulog Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Perum Bulog Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) mengakui menghadapi keterbatasan kapasitas gudang menjelang panen raya 2026. Kondisi ini mendorong Bulog membutuhkan tambahan gudang dengan daya tampung sekitar 300 ribu ton untuk mengamankan penyerapan beras petani.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sulselbar, Fahrurozi, mengatakan saat ini stok beras yang dikuasai Bulog hampir mencapai 600 ribu ton. Namun kapasitas gudang milik Bulog yang benar-benar siap digunakan hanya sekitar 368 ribu ton.

“Kapasitas gudang kami yang siap operasional sekitar 368 ribu ton, sementara stok beras yang kami kuasai hampir 600 ribu ton,” kata Fahrurozi, Jumat (19/12).

Akibat keterbatasan tersebut, sekitar 300 ribu ton beras harus disimpan di luar gudang Bulog, baik di gudang sewa, gudang pinjam pakai, maupun gudang milik swasta. Menurut Fahrurozi, kondisi ini masih dapat dikendalikan saat ini, namun berpotensi menjadi persoalan serius saat panen raya pada Maret hingga Mei 2026 mendatang.

“Menjelang panen raya, ini akan menjadi tantangan besar karena target penyerapan kami tahun depan cukup tinggi,” ujarnya.

Bulog Sulselbar menargetkan penyerapan beras di Sulawesi Selatan pada 2026 mencapai sekitar 800 ribu ton. Untuk itu, tambahan gudang dengan kapasitas sekitar 300 ribu ton dinilai mendesak agar penyerapan hasil panen petani tidak terkendala infrastruktur penyimpanan.

“Kami membutuhkan tambahan gudang sekitar 300 ribu ton untuk menghadapi panen raya Maret, April, dan Mei 2026,” tegas Fahrurozi.

Bulog pun membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak. Fahrurozi menyebut Bulog siap menyewa gudang idle milik masyarakat maupun swasta, serta menjajaki pemanfaatan gudang sitaan melalui koordinasi dengan Kejaksaan dan dukungan dari kepolisian.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan TNI untuk memanfaatkan gudang-gudang idle milik TNI AD, AL, maupun AU,” katanya.

Saat ini, Bulog Sulselbar telah memperoleh tambahan kapasitas sekitar 200 ribu ton dari berbagai skema kerja sama. Namun jumlah tersebut masih belum mencukupi untuk mengamankan seluruh target penyerapan panen raya tahun depan.

“Tambahan yang ada sekarang belum cukup. Kami masih membutuhkan dukungan gudang agar penyerapan beras petani tetap optimal,” pungkas Fahrurozi.

error: Content is protected !!