kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Prabowo Dorong Percepatan Program Rumah Subsidi, KUR Perumahan Capai Rp130 Triliun

Prabowo Dorong Percepatan Program Rumah Subsidi, KUR Perumahan Capai Rp130 Triliun
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan keterangan pers kepada awak media di Istana Kepresidenan. (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Pemerintah terus menggenjot penyediaan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Presiden Prabowo Subianto secara khusus memerintahkan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait untuk percepatan realisasi program ini.

Langkah ini ditegaskan seiring dengan peningkatan signifikan kuota rumah subsidi nasional dari 220 ribu menjadi 350 ribu unit di tahun 2025. Hingga pertengahan September, realisasi program tersebut telah menunjukkan capaian positif.

“Dari 1 Januari sampai 15 September, ini yang sudah diserahkan 175.662, ini ya datanya ya, realisasi akad, kemudian yang kategori sedang pembangunan berjalan, ready stock dan persetujuan kredit, dan akad kredit ada 45 ribu. Jadi totalnya 221.047,” ungkap Maruarar Sirait.

Dia mengatakan bahwa pemerintah juga meluncurkan terobosan pembiayaan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp130 triliun. Skema ini untuk pertama kalinya diarahkan khusus untuk sektor perumahan rakyat, baik dari sisi suplai maupun permintaan.

“Itu dari segi suplai ada 117 triliun. Itu yang bisa memanfaatkan adalah kontraktor, developer, dan toko bangunan. Nah itu bagus banget karena bunganya disubsidi 5 persen,” jelas Maruarar.

Dengan subsidi tersebut, pelaku usaha di sektor penyediaan rumah hanya dikenakan bunga pinjaman sebesar 6 persen, jauh lebih ringan dibandingkan suku bunga komersial.

Sementara dari sisi permintaan, KUR juga menyasar pelaku usaha mikro yang menjalankan kegiatan ekonomi dari rumah, seperti pemilik homestay, warung, dan usaha kecil lainnya.

“Pak Prabowo sangat concern itu bunganya hanya 6 persen, dan jumlahnya sampai 500 juta. Sorry plafonnya, plafonnya sampai 500 juta,” katanya.

Maruarar menyebut program ini merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian dan menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mendukung kesejahteraan rakyat serta memutus ketergantungan masyarakat terhadap praktik pinjaman rentenir.

“Jadi belum pernah tuh ada KUR perumahan dari kita merdeka sampai sekarang. Jadi itu terobosan banget dan kita juga udah bekerja sama untuk program seperti arahan Presiden Prabowo, membuat program untuk melawan rentenir,” tegasnya.

Program KUR perumahan ini diproyeksikan akan terus berkembang hingga akhir tahun, dengan penekanan pada kemudahan akses pembiayaan dan pemerataan kepemilikan hunian bagi seluruh lapisan masyarakat.

error: Content is protected !!