kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

KM Asia Mulia Tenggelam, Anggota DPRD Soroti Sistem Pengawasan Jalur Perairan di Jeneponto

KM Asia Mulia Tenggelam, Anggota DPRD Soroti Sistem Pengawasan Jalur Perairan di Jeneponto
: Anggota komisi 3 DPRD Kabupaten Jeneponto, Hariyanto, saat ditemui di Kantor Syahbandar. (Ullah).

KabarMakassar.com — Anggota komisi 3 DPRD Kabupaten Jeneponto, Hariyanto, menyoroti sistem pengawasan jalur pelintasan di perairan Jeneponto dan sekitarnya.

Sorotan itu muncul usai Kapal Motor (KM) Asia Mulia GT 41 mengalami kecelakaan tragis akibat diduga ditabrak oleh kapal lain.

Kondisi ini kian memprihatinkan, karena lokasi kecelakaan terjadi di titik koordinat yang hanya mencapai 9 mil dari pelabuhan Bungeng.

“Mestinya ada alat yang lebih canggih dipasang di Jeneponto supaya bisa terdeteksi lebih bagus. Yang kedua di Syahbandar ini bisa diadakan alat pendeteksi karena disini perlintasan kapal-kapal besar,” kata Haryanto kepada awak media di Kantor Syahbandar Jeneponto, Sabtu (21/6) sore.

Akibat kurangnya alat canggih pendeteksi di jalur perairan Bungeng ini, penyebab kecelakaan yang dialami oleh KM Asia Mulia GT 41 hingga kini belum terungkap. Bahkan, dalam insiden ini, tiga Anak Buah Kapal (ABK) ikut menjadi korban.

Selain korban jiwa, insiden ini juga menyebabkan kerugian materil bagi pengusaha ternak dengan tenggelamnya 57 ekor kerbau.

Untuk memastikan proses pencarian berjalan maksimal, Hariyanto menyebut jika dirinya juga intens berkoordinasi dengan Tim BPBD Jeneponto dan pihak Syahbandar. Terlebih lagi, dengan pihak terkait di Kantor pusat maupun perwakilannya.

“Saya seringkali mengontak pihak BPBD untuk memaksimalkan pencarian, alhamdulillah teman-teman di BPBD selalu cepat merespon untuk melaporkan perkembangan saat ini,” ujarnya.

Disamping itu pula, Anggota Fraksi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini juga berharap ke Bupati Jeneponto agar turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan lebih jauh sekaligus juga mendatangi para keluarga korban, maupun para ABK yang selamat. Meski pun para korban bukan warga lokal.

error: Content is protected !!