kabarbursa.com
kabarbursa.com

Muncul Stretch Mark? Ini Penyebab dan Cara Menguranginya Secara Alami

Muncul Stretch Mark? Ini Penyebab dan Cara Menguranginya Secara Alami
Ilustrasi strectch mark (Dok: Int)

KabarMakassar.com — Meskipun stretch mark merupakan kondisi yang tergolong normal juga umum terjadi, banyak orang merasa terganggu dengan kemunculannya pada permukaan kulit.

Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui berbagai penyebab munculnya stretch mark agar langkah-langkah pencegahan bisa dilakukan sedini mungkin.

Menariknya, tidak semua orang akan mengalami stretch mark. Hal tersebut tergantung pada sejumlah faktor, salah satunya adalah kadar kolagen dalam kulit.

Dilansir dari Alodokter, kolagen merupakan protein penting yang berperan dalam menjaga elastisitas dan kekencangan kulit. Orang yang memiliki kadar kolagen rendah cenderung lebih rentan untuk mengalami stretch mark.

Stretch mark biasanya muncul ketika ukuran tubuh seseorang bertambah dengan cepat, sementara kulit belum mampu menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi tersebut.

Saat peregangan terjadi secara tiba-tiba, lapisan tengah kulit atau dermis akan mengalami penipisan. Akibatnya, lapisan kulit yang ada di bawahnya menjadi lebih terlihat serta menonjol ke permukaan.

Proses inilah yang menyebabkan munculnya garis atau guratan berwarna kemerahan, yang terkadang juga disertai dengan rasa gatal.

Dalam jangka waktu tertentu, warna guratan tersebut akan memudar serta berubah menjadi putih atau keabu-abuan. Inilah yang secara medis dikenal dengan stretch mark.

Sejumlah area yang sering menjadi lokasi munculnya stretch mark meliputi payudara, bagian atas perut, lengan bagian atas, paha, dan bokong.

Berikut sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko terjadinya stretch mark, yaitu:

1. Terapkan pola makan sehat

Mengonsumsi makanan yang sehat serta segar memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan kulit secara menyeluruh.

Asupan nutrisi yang baik mampu membantu kulit tetap lembap, kenyal, dan terlindungi dari berbagai masalah, termasuk munculnya stretch mark.

Untuk itu, amat dianjurkan untuk membiasakan diri mengonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung nutrisi penting bagi kulit.

Sejumlah nutrisi yang berperan besar dalam menjaga elastisitas kulit antara lain vitamin E, vitamin C, protein, juga zinc.

Keempat zat gizi tersebut mendukung produksi kolagen, yakni protein yang bertanggung jawab atas kekuatan serta kelenturan kulit.

Dengan meningkatnya kadar kolagen, maka risiko terbentuknya stretch mark pun dapat diminimalkan.

2. Jaga berat badan sehat

Stretch mark umumnya muncul sebagai akibat dari peningkatan berat badan yang terjadi secara cepat juga dalam waktu yang singkat.

Perubahan mendadak tersebut membuat kulit tidak memiliki cukup waktu untuk menyesuaikan diri, sehingga memicu terbentuknya guratan pada permukaan kulit.

Oleh sebab itu, menjaga berat badan agar tetap stabil merupakan salah satu langkah penting dalam mencegah timbulnya stretch mark.

Apabila anda berencana untuk menurunkan berat badan, maka pastikan proses penurunan tersebut dilakukan secara bertahap dan tidak terburu-buru.

Idealnya, berat badan sebaiknya tidak berkurang lebih dari setengah kilogram setiap minggunya agar kulit tetap dapat beradaptasi dengan perubahan bentuk tubuh.

Khusus bagi wanita yang sedang menjalani masa kehamilan, menjaga agar penambahan berat badan tetap dalam batas normal juga amat disarankan.

Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko terjadinya stretch mark selama kehamilan. Walaupun kenaikan berat badan pada ibu hamil bisa berbeda-beda, rata-rata peningkatan yang sehat berkisar antara 10 hingga 12,5 kilogram selama masa kehamilan berlangsung.

Tetapi, penting untuk diingat bahwa ibu hamil tidak dianjurkan untuk melakukan diet ketat atau berusaha menurunkan berat badan selama kehamilan berlangsung.

Sebaliknya, fokus utama sebaiknya diberikan dalam menjaga pola makan yang sehat, bergizi, dan seimbang agar kebutuhan nutrisi ibu dan janin tetap terpenuhi.

Dengan demikian, berat badan bisa terkontrol tanpa harus menjalani program diet yang berisiko.

Untuk diketahui, penggunaan bahan-bahan alami seperti minyak zaitun dan gel lidah buaya juga dipercaya mampu membantu memudarkan tampilan stretch mark yang mungkin muncul, terutama pada masa kehamilan.

3. Jaga asupan cairan

Memastikan tubuh mendapatkan asupan air yang cukup setiap hari amat penting untuk menjaga kesehatan kulit.

Kulit yang terhidrasi dengan baik cenderung lebih lembap, lembut, serta elastis, sehingga memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap peregangan.

Kondisi tersebut membuat kulit menjadi lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami kerusakan yang menyebabkan terbentuknya stretch mark.

Sebaliknya, kulit yang kering lebih rentan mengalami pecahnya lapisan dermis ketika terjadi perubahan ukuran tubuh yang cepat, misalnya saat kehamilan atau peningkatan berat badan.

Di samping menjaga kecukupan cairan tubuh, penting untuk memperhatikan konsumsi minuman yang mengandung kafein, misalnya kopi dan minuman energi.

Asupan kafein berlebih diketahui mampu mengganggu proses hidrasi kulit dan bahkan berpotensi meningkatkan risiko munculnya stretch mark.

Apabila anda merasa sulit untuk sepenuhnya menghindari kafein karena telah menjadi bagian dari kebiasaan harian, anda tetap dapat menyeimbangkannya dengan mengonsumsi lebih banyak cairan bebas kafein, contohnya air putih, air kelapa, atau teh herbal.

Dengan cara tersebut maka keseimbangan cairan tubuh tetap terjaga, dan kulit tetap dalam kondisi optimal.

error: Content is protected !!