KabarMakassar.com — Meskipun dibuka di zona hijau pada perdagangan Selasa pagi (27/05), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih berisiko mengalami koreksi terbatas dalam waktu dekat. Pergerakan IHSG diperkirakan akan menguji level-level krusial setelah menutup sesi sebelumnya dengan pelemahan.
Pada pukul 09.01 WIB, IHSG tercatat menguat sebesar 0,20 persen atau naik 14,65 poin ke posisi 7.203,00. Di awal sesi, indeks bergerak fluktuatif dalam rentang 7.199 hingga 7.212. Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 207 emiten mencatatkan kenaikan harga, 73 mengalami pelemahan, dan 261 saham lainnya stagnan.
Kendati demikian, analis dari MNC Sekuritas mengingatkan bahwa pergerakan IHSG masih berada dalam fase rawan koreksi.
Berdasarkan analisis teknikal, indeks disebut tengah berada pada akhir wave (v) dari wave [a] pada label hitam, yang menandakan potensi koreksi lanjutan dalam waktu dekat.
“Meski ada peluang menguat, ruang kenaikannya diperkirakan terbatas di rentang 7.197–7.216. Jika koreksi terjadi, maka IHSG bisa turun ke area support antara 6.713–7.031,” papar Tim Riset MNC Sekuritas dalam laporannya, Selasa (27/05).
Adapun level support IHSG untuk hari ini berada di kisaran 7.085 dan 7.009. Sementara itu, level resistansi diperkirakan akan berada pada rentang 7.263 hingga 7.324.
Untuk mengantisipasi dinamika pergerakan indeks, MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang dinilai memiliki prospek positif dalam jangka pendek.
Di antaranya adalah saham PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI), PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC).
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas tetap mempertahankan target IHSG di level 7.350 untuk akhir tahun 2025.
Dalam riset terbarunya, analis BRI Danareksa, Erindra Krisnawan dan Wilastita Muthia Sofi, mencatat bahwa dalam enam bulan terakhir IHSG telah mencatatkan reli hingga 20 persen.
Valuasi indeks saat ini berada di 13,2 kali price to earnings (PE), yang mencerminkan diskon satu standar deviasi dari rata-rata 10 tahun terakhir.
Namun, BRI Danareksa Sekuritas juga merevisi proyeksi pertumbuhan laba per saham (EPS) untuk 2025, dari sebelumnya 4,5 persen menjadi 3 persen.
Koreksi ini dipicu oleh penurunan harga batu bara, yang berdampak pada kinerja emiten batu bara serta kontraktor pertambangan.
Di sisi lain, pemerintah yang gencar mendorong belanja diyakini akan memberi angin segar bagi emiten sektor konsumer pada kuartal II dan kuartal-kuartal selanjutnya. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendukung proyeksi pertumbuhan IHSG.
“Kami melihat masih ada ruang bagi investor asing untuk kembali masuk ke sektor perbankan, mengingat posisi investor domestik yang saat ini overweight pada sektor tersebut,” tulis tim riset BRI Danareksa Sekuritas.
Adapun saham-saham yang menjadi pilihan BRI Danareksa untuk dicermati investor meliputi PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Ciputra Development Tbk. (CTRA), dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA).
Dengan kondisi pasar yang fluktuatif dan penuh tantangan, para investor diharapkan mencermati sinyal teknikal serta mempertimbangkan saham-saham berfundamental kuat untuk menjaga performa portofolio.
Berikut rekomendasi saham hari ini yang dirangkum dari sejumlah broker.
Samuel Sekuritas
BBNI
BBRI
BRMS
ICBP
SMGR
TLKM
BRI Danareksa Sekuritas
TLKM
PGAS
BRMS
BNI Sekuritas
ENRG
MDKA
BRIS
ADRO
MSIN
AMRT
Phillip Sekuritas
ICBP
SATU
MNC Sekuritas
AADI
ADMR
BBRI
MEDC
CGS International Sekuritas
ACES
PGEO
SMGR
AMRT
AADI
ICBP
Phintraco Sekuritas
ADHI
INDY
ICBP
TLKM
BMRI
Panin Sekuritas
INDF
PGEO
KLBF
PTBA
Mirae Asset Sekuritas
HOKI
PGEO
UNTR
BRMS
DAAZ
HOKI
Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu














