kabarbursa.com
kabarbursa.com
Opini  

OPINI: Panik Berjamaah di Tengah Drama Kelangkaan BBM

OPINI: Panik Berjamaah di Tengah Drama Kelangkaan BBM
Rina Marlang (Akademisi)

Oleh: Rina Marlang (Akademisi)

KabarMakassar.com — Fenomena masyarakat kita yang kerap akrab dengan kata “rumor”, semacam sebuah informasi yang beradar namun kebenarannya kadang sulit dibuktikan. Rumor ini bisa berkembang secepat kilat di dalam sebuah lingkaran sosial tertentu.

Ada beberapa tipe masyarakat yang sangat mudah terpengaruh oleh beredarnya rumor ini, yang biasanya terasa sebagai ‘ancaman’ sosial dan tentu saja juga ikut serta efek dominonya. Begitu cepatnya sebuah rumor beredar, itu bahkan bisa mempengaruhi perilaku sosial dalam jangka sesaat, ciri bawaannya seperti membuat cemas, panik, bahkan bisa terjadi aktivitas kriminal meski dalam level yang terkendali.

​Penyebaran informasi ini tergolong sangat cepat dan masif, layaknya virus yang menyebar lewat udara. Dampaknya langsung dirasakan di tengah masyarakat berupa kepanikan, kecemasan, rasa takut, hingga stres. Situasi ini juga dimanfaatkan oleh segelintir pihak untuk meraup keuntungan pribadi secara kapitalistik.

Tidak sedikit oknum yang membeli BBM dalam jumlah besar untuk dijual kembali dengan harga tinggi, sementara masyarakat umum sebagai konsumen utama justru tersingkir dalam antrean. Jenis motor berawan hurit “Thu” berakhiran “der” paling sering jadi sasaran tuduhan akibat tangkinya yang besar dan pemiliknya berstatus pedagang eceran.

Praktik-praktik seperti inilah yang menjadi pemicu utama kemacetan dan antrean mengular hingga beberapa kilometer di sejumlah SPBU.

Di sisi lain, pemerintah telah memastikan bahwa stok BBM secara nasional berada dalam kondisi aman. Hal ini dibuktikan dengan beroperasinya 25 SPBU selama 24 jam penuh untuk menjamin kelancaran distribusi kepada konsumen. Dari data tersebut, seharusnya dapat disimpulkan bahwa isu kelangkaan ini tidak sepenuhnya akurat.

​Ketika muncul keluhan warga Kota Makassar dan hampir di seluruh Kabupaten lainnya di Sulsel mengenai BBM yang cepat habiis. jawabannya terletak pada perilaku konsumtif massal itu sendiri, yaitu ratusan kendaraan mengisi bahan bakar secara bersamaan di seluruh SPBU se-Kota Makassar dan juga demikian halnya kabupaten lainnya.

Dalam skala lebih besar dan global sebagai perbandingan, ketika jalur Selat Hormuz ditutup dan pasokan minyak global terancam beberapa waktu lalu, masyarakat masih mampu tetap tenang dan tidak panik.

​Kendati demikian, kelangkaan solar memang telah lama terjadi dan berdampak pada distribusi Gas LPG, mengingat sebagian besar kendaraan pengangkut LPG merupakan truk mini atau pikap berbahan bakar solar.

Namun, menjadi tidak logis jika dikatakan BBM secara keseluruhan mengalami kelangkaan, sementara seluruh SPBU dan nosel di Kota Makassar tetap beroperasi penuh.

Hal ini mengindikasikan bahwa akar permasalahan justru bersumber dari tindakan oknum tertentu yang melakukan pengisian berulang untuk penimbunan dan dijual kembali dengan harga tinggi demi keuntungan sepihak.

​Pemerintah Propinsi dan Kota serta Kabupaten lainnya sendiri telah mengambil langkah strategis dan cepat untuk memulihkan situasi di lapangan.

Dalam waktu relatif singkat, kondisi di SPBU kembali kondusif, antrean dapat dikendalikan, dan kepercayaan publik terhadap ketersediaan stok BBM berhasil dipulihkan, sehingga rumor tersebut perlahan mereda.

​Kedepan, diharapkan pemerintah dari semua tingkatan untuk terus mengawal pemenuhan kebutuhan masyarakat sesuai dengan amanat konstitusi guna menjaga kepercayaan publik dalam menghadapi situasi krisis.

Selain itu, jajaran pemerintah daerah perlu menggencarkan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu atau rumor yang beredar, baik melalui media sosial maupun informasi dari mulut ke mulut.

Oleh sebab itulah, bijak dalam menyaring informasi serta menguatkan literasi digital kita akan menjadi kunci utama agar kita tidak menjadi korban berikutnya dari badai kepanikan yang diciptakan oleh sesuatu yang disebut sebagai “rumor semu”.

Semoga Kota Makassar dan Kabupaten lainnya senantiasa berada dalam situasi yang aman, tertib, dan kondusif.