KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menyebut dirinya sudah menyampaikan kembali keinginannya agar Stadion Mattoanging dapat dikelola. Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah mengadakan pembicaraan dengan Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Zudan Arif Fakhrullah, mengenai potensi pengelolaan lahan Stadion Mattoanging oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
“Iya, kami sudah membicarakan hal itu dengan Pak Zudan terkait pengelolaan Stadion Mattoanging,” ujar Danny Pomanto, sapaannya.
Percakapan tersebut muncul dalam konteks penyerahan lahan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kepada Pemkot Makassar yang akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur di sekitar Stadion Sudiang. Danny menegaskan bahwa lahan tersebut sudah diterima oleh Pemkot.
Lebih lanjut, Danny mengungkapkan bahwa Pemkot Makassar juga memiliki ketertarikan untuk mengelola lahan Stadion Mattoanging yang saat ini terbengkalai. Ia menyampaikan ide untuk memanfaatkan lahan tersebut dengan membuat taman serta lapangan futsal.
“Saya malah tertarik untuk mengambil alih Mattoanging juga, karena kita bisa membuat taman di sana, bahkan bisa membangun empat lapangan futsal,” jelasnya.
Menurut Danny, tanggapan Zudan terhadap ide tersebut cukup positif.
“Respon Pak Zudan juga positif,” katanya.
Namun, Danny menekankan bahwa diskusi ini masih berada dalam tahap awal dan belum ada kesepakatan resmi.
“Ini baru sebatas obrolan saja, belum ada yang diajukan secara formal,” katanya.
Terkait dengan Pembangunan Stadion Sudiang, Danny Pomanto mengakui mengikuti kordinasi Pemprov Sulsel sepenuhnya. Termasuk dalam rencana Grounbreaking yang bakal dilakukan oleh Presiden RI, Joko Widodo.
“Belum tahu (kapan pastinya) tetapi katanya November mulai, jadi kita tunggu saja, termasuk Grounbreaking PSEL,” lanjutnya.
Menurut Danny Pomanto, meski belum ada tanggal grounbreaking, hal ini tidak memengaruhi anggaran infrastrukur. Sebab, dana infrastruktur Stadion Sudiang telah masuk dalam APBD Perubahan.
“Saya sudah tanda tangan (hibah) dari pemprov, saya kira sudah ada di BKD sekarang. Kita bersyukur karena Prof Zudan pernah di Biro Hukum jadi dia tahu ini, kan maunya teman-teman di provinsi sumbangan uang, saya tidak mau, lebih banyak masalah itu, jadi dihibahkan dulu ke kita baru diserahkan kembali,” jelas Danny Pomanto.
Ia pun menegaskan, proses pembangunan stadion sudiang akan berjalan beriringan dengan stadion Barombong. Danny Pomanto mengaku saat ini telah mencari waktu untuk proses penyerahan aset dari GMTD.
“Sama-sama jalan, jadi nanti dibarter, sama semua (Stadion Sudiang dan Stadion Barombong), tidak ada ruginya kita bantu ini barang, provinsi kan wilayah kita juga,” tandasnya.













