kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Traffic Light di Makassar Kembali Dirusak, Rheza Duga Pelaku Berpengalaman

Traffic Light di Makassar Kembali Dirusak, Rheza Duga Pelaku Berpengalaman
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar, M Rheza (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar, M Rheza, mengungkapkan keprihatinannya atas kembali terjadinya perusakan lampu lalu lintas (traffic light) di dua titik berbeda di Kota Makassar.

Tak hanya dirusak, pelaku juga mencuri modem yang terhubung dengan CCTV Pemkot Makassar.

“Sudah pasti orang berpengalaman karena kabel-kabel dipotong dan modem yang konek ke CCTV di atasnya yang baru saja dipasang untuk mengganti yang rusak ikut dicuri,” ujar Rheza, Senin (20/10).

Dua titik yang menjadi sasaran aksi vandalisme itu berada di simpang Jalan Bulukunyi–Monginsidi dan Jalan Sungai Saddang–Latimojong. Akibatnya, traffic light di kedua lokasi tersebut tidak berfungsi dan tengah dalam proses perbaikan oleh petugas Dishub.

“Panel traffic light dan modem yang dicuri menyebabkan sistem tidak bekerja. Saat ini sementara diperbaiki,” jelasnya.

Rheza mengatakan, kejadian ini baru diketahui pada Kamis pagi setelah petugas menemukan perangkat tidak berfungsi. Pemkot Makassar akan melaporkan kasus tersebut ke Polrestabes Makassar pada Jumat (17/10).

“Audah di laporkan ke Polrestabes. Sekarang sedang kami siapkan seluruh data pendukungnya,” tuturnya.

Ia mengakui, titik lokasi kejadian tidak terpantau oleh CCTV milik Dinas Kominfo. Karena itu, Dishub kini tengah berkoordinasi untuk mencari rekaman dari kamera milik warga sekitar guna membantu penyelidikan.

“Masih sementara kami cari dari rumah warga karena lokasi itu tidak terjangkau CCTV Dinas Kominfo,” ungkap Rheza.

Lebih lanjut, Rheza menyebut aksi perusakan traffic light ini bukan yang pertama kali terjadi. Sepanjang Oktober 2025 saja, tercatat sudah dua titik traffic light di Makassar dirusak oleh orang tidak dikenal (OTK).

“Traffic light dua titik selama Oktober ini dirusak OTK,” ujarnya menegaskan.

Dishub Makassar kini terus memantau seluruh simpang jalan utama untuk mengantisipasi gangguan serupa. Rheza berharap masyarakat turut berperan menjaga fasilitas publik karena kerusakan semacam ini tidak hanya merugikan pemerintah, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan.

Sebelumnya, Kepala Dishub Makassar, Muhammad Rheza, mengaku awalnya dugaan kerusakan itu dianggap sebatas ulah iseng. Namun, lonjakan jumlah kasus membuat pihaknya yakin ada motif serius.

“Selama September sudah ada 14 panel yang dicongkel dan diutak-atik. Ini bukan lagi kebetulan, tapi jelas tindakan vandalisme,” ujarnya di Balai Kota, Selasa (22/09).

Kerusakan yang ditemukan tidak main-main. Pintu panel dicongkel paksa hingga tak bisa terkunci, KWH meter dicabut, timer diubah, MCB diturunkan, bahkan beberapa komponen penting hangus terbakar. Akibatnya, sejumlah lampu jalan mati dan pencatatan listrik terganggu.

“Ini berpotensi menimbulkan kerugian besar, baik dari sisi teknis maupun administrasi,” tambah Rheza.

Tak hanya PJU, traffic light juga jadi sasaran. Salah satu kasus terparah terjadi di pintu satu Unhas, di mana kotak panel dibakar habis hingga kabelnya hangus. Di perempatan Jl Alauddin–Jl AP Pettarani, panel traffic light bahkan hilang pasca kerusuhan. Kerusakan juga terjadi di Jl Sungai Saddang–Jl Latimojong dan Jl Boulevard–Jl AP Pettarani, di mana lampu pengatur lalu lintas dipreteli serta dimatikan paksa.

Indikasi kuat menunjukkan pelaku paham soal kelistrikan. Beberapa panel ditemukan rusak dengan cara rapi kabel dicabut lalu diisolasi kembali. “Ini bukan ulah anak-anak atau sekadar iseng. Ada orang yang benar-benar mengerti sistem kelistrikan,” tegas Rheza.

error: Content is protected !!