KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat merespons musibah kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Lingkungan Belokallong, Kelurahan Balang Toa, Kecamatan Binamu.
Hanya berselang beberapa waktu pasca api berhasil dipadamkan, tim BPBD Jeneponto langsung tiba di lokasi kejadian untuk menyalurkan bantuan darurat kepada dua Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya ludes dilalap si jago merah.
Kepala Pelaksana BPBD Jeneponto, Andi Patoppoi melalui tim logistik di lapangan menyebutkan, penyaluran bantuan ini merupakan instruksi langsung agar korban tidak terlantar pasca kejadian.
“Sesuai SOP tanggap darurat, begitu data asesmen kerusakan masuk, kami langsung drop logistik. Kami tidak ingin warga yang tertimpa musibah kesulitan memenuhi kebutuhan dasar mereka, terutama untuk makan dan tidur malam ini,” ujar petugas BPBD di lokasi, Kamis (29/1).
Bantuan yang diserahkan tidak hanya bersifat simbolis, namun mencakup kebutuhan vital sehari-hari. Paket bantuan tersebut meliputi, logistik pangan berupa Beras, mie instan, air mineral, dan lauk pauk siap saji.
Selain itu, Tim BPBD Jeneponto juga menyalurkan bantuan perlengkapan hunian seperti Terpal (untuk atap sementara), tikar/matras, dan selimut. Termasuk
Family Kit: Perlengkapan mandi, sandang (pakaian layak pakai), dan peralatan dapur dasar.
Pantauan di lokasi, suasana haru menyelimuti proses penyerahan bantuan. Dua unit rumah panggung tampak rata dengan tanah, menyisakan puing-puing arang.
Salah satu korban, Dg. Ngugi dan Dg Ningra tak kuasa menahan air mata saat menerima bantuan tersebut. Ia mengaku sangat terbantu karena tidak ada barang berharga yang sempat diselamatkan saat api membesar.
“Terima kasih kepada Pak Bupati dan BPBD Jeneponto. Bantuan ini sangat berarti buat kami karena baju di badan pun cuma ini yang tersisa,” ucapnya dengan suara bergetar.
Selain memberikan bantuan, BPBD Jeneponto juga menggunakan momen tersebut untuk mengimbau masyarakat Kecamatan Binamu agar lebih waspada. Cuaca yang tidak menentu dan potensi korsleting listrik kerap menjadi pemicu utama kebakaran di pemukiman padat.
“Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama untuk selalu mengecek instalasi listrik dan kompor sebelum meninggalkan rumah,” tutup tim BPBD.














