KabarMakassar.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar resmi memulai pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 dengan menerjunkan 934 petugas yang akan melakukan pendataan secara door-to-door di seluruh wilayah Kota Makassar.
Kepala BPS Kota Makassar, Abdul Hafid, mengatakan ratusan personel tersebut terdiri atas petugas pendata lapangan, petugas pemeriksa lapangan, hingga tim khusus yang menangani pendataan usaha berskala besar.
“Di Kota Makassar, sebanyak 934 petugas diterjunkan untuk menyukseskan kegiatan tersebut, terdiri atas petugas pendata lapangan, petugas pemeriksa lapangan, serta tim khusus pendataan usaha besar,” ujar Abdul Hafid, Selasa (16/6).
Ia menjelaskan, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dilakukan secara bertahap. Untuk sensus perusahaan, proses pengisian bersama telah dimulai sejak 1 Mei 2026, sementara pendataan lapangan kepada masyarakat berlangsung serentak mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Menurut Abdul Hafid, pendataan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Sensus Ekonomi secara nasional yang bertujuan menghimpun data akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan dan penguatan sektor ekonomi di masa mendatang.
Dalam audiensi bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, BPS juga melakukan pendataan terhadap keluarga wali kota sebagai bagian dari pelaksanaan sensus.
Pada kesempatan yang sama, Appi mengusulkan agar pencanangan Sensus Ekonomi di Makassar turut disertai kegiatan penanaman pohon sebagai simbol pertumbuhan.
Menanggapi usulan tersebut, Abdul Hafid memberikan apresiasi dan menilai gagasan itu sejalan dengan semangat Sensus Ekonomi yang mencakup berbagai sektor pembangunan..
“Ini menunjukkan suatu simbol bahwa Sensus Ekonomi diharapkan bisa memberikan informasi yang akurat untuk pertumbuhan ekonomi kita ke depan. Sangat luar biasa idenya tadi Bapak Wali Kota,” tukasnya.














