kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Stok Beras Bulog Tembus 47 Ribu Ton, Klaim Aman Selama Ramadan Hingga Dua Tahun

Stok Beras Bulog Tembus 47 Ribu Ton, Klaim Aman Selama Ramadan Hingga Dua Tahun
Kantor Bulog Cabang Makassar (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Perum Bulog Kantor Cabang Makassar memastikan ketersediaan beras menghadapi Ramadan 2026 dalam kondisi sangat aman.

Total cadangan beras yang tersimpan di gudang saat ini tercatat mencapai 47.324 ton dan diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat bukan hanya selama Ramadan, tetapi hingga dua tahun ke depan.

Pemimpin Bulog Cabang Makassar, Faris Sudirman AR, menegaskan kesiapan pihaknya dalam mengawal ketahanan pangan di wilayah kerjanya yang meliputi Kota Makassar, Pangkep, Maros, Gowa, dan Takalar.

“Kami sudah siapkan stok untuk Ramadan tahun ini, bukan hanya beras tetapi juga komoditas lainnya karena permintaan juga sudah mulai masuk,” ujarnya, Rabu (18/02).

Ia menjelaskan, ketahanan stok saat ini dihitung berdasarkan konversi kebutuhan konsumsi beras masyarakat selama setahun terakhir. Dari hitungan tersebut, cadangan yang tersedia dinilai sangat kuat untuk menopang kebutuhan jangka menengah.

Tak hanya mengandalkan stok gudang, Bulog juga bersiap menambah cadangan melalui momentum panen raya yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Februari hingga awal Maret di lima daerah wilayah kerja.

“Saat panen raya nanti, kami lakukan penyerapan gabah petani secara masif untuk memperkuat cadangan yang sudah ada,” kata Faris.

Dalam skema penyerapan tersebut, Bulog menetapkan harga pembelian gabah kering panen di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kilogram.

“Untuk harga beras di pasaran, Bulog mencatat kisaran beras premium berada di angka Rp14.300 per kilogram, beras medium Rp13.300 hingga Rp13.900 per kilogram, dan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di kisaran Rp12.400 per kilogram,” rincinya.

Dengan kombinasi stok melimpah, tambahan beras premium, serta dukungan panen raya, Bulog Makassar memastikan pasokan pangan selama Ramadan tetap terkendali dan mencukupi bagi masyarakat di seluruh wilayah cakupan distribusi.