KabarMakassar.com – Petani Desa Aka-Akae, Kecamatan Watang Kabupaten Sidenreng masih mampu mencatat produktivitas padi sebesar 11 ton pada masa tanam ke-II di tengah musim kemarau.
Masa panen itu dihadiri langsung oleh Bupati Sidenreng Rappang Syaharuddin Alrif saat panen raya musim tanam II, pada Senin (14/09) kemarin.
Panen raya tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pertanian di tengah kemarau dan fenomena El Nino.
Berdasarkan hasil ubinan, produktivitas padi yang dipanen mencapai 11 ton per hektare. Data pertanian setempat mencatat, luas lahan persawahan di Desa Aka-Akae mencapai sekitar 1.027 hektare.
Dari luasan tersebut, sekitar 400 hektare mengalami gagal panen. Meski demikian, sebagian besar lahan lainnya masih dapat menghasilkan panen pada musim kemarau.
Syaharuddin mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya mempertahankan produksi pertanian di tengah kemarau mulai membuahkan hasil.
“Ini membuktikan bahwa di musim kemarau ini kita masih bisa panen lebih banyak daripada yang gagal panen di Desa Aka-Akae ini,” ujar Syaharuddin dalam keterangannya, Selasa (15/09).
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sidrap terus melakukan berbagai upaya agar petani tetap dapat berproduksi meskipun menghadapi keterbatasan air selama musim kemarau.
Menurutnya, sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari pemberian bantuan mesin bor, penyediaan akses listrik masuk sawah, hingga upaya mengatasi persoalan pengairan.
“Segala upaya kita lakukan agar kita tetap panen di musim kemarau dan El Nino ini. Mulai dari bantuan bor, listrik masuk sawah, dan masalah air yang telah kita upayakan selama ini, khususnya di Watang Sidenreng dan pada umumnya di Kabupaten Sidrap,” katanya.
Syaharuddin menambahkan, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan dan bantuan di sektor pertanian untuk memastikan kebutuhan dasar petani, khususnya ketersediaan air, dapat terpenuhi.
“Pemerintah akan selalu memberikan bantuan pertanian kepada para petani kita agar pertanian kita tidak ada lagi masalah, baik masalah air maupun masalah lainnya. Tinggal kita fokus meningkatkan produksi pertanian,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan usaha tani dan meningkatkan kesejahteraan petani sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Kita harus selamatkan para petani dan pertanian kita di Kabupaten Sidrap,” tukasnya.













