KabarMakassar.com — Penulis novel populer Nadhifa Allya Tsana atau yang dikenal dengan nama pena Rintik Sedu kembali mengunjungi Makassar dalam rangkaian tur buku terbarunya berjudul Musim yang Tak Sempat Kita Miliki.
Kunjungan ini menjadi momen penting karena menandai kembalinya Tsana ke Makassar setelah delapan tahun tidak bertemu langsung dengan para teri, sapaan akrab Tsana bagi penggemarnya.
Makassar menjadi kota tujuan keempat dalam rangkaian tur buku yang ia jalani. Sebelum tiba di Makassar, Tsana telah mengunjungi beberapa kota lain seperti Yogyakarta, Bandung, dan Pekanbaru dalam rangkaian kegiatan yang sama.
Kunjungan ke Makassar memiliki makna emosional tersendiri bagi Tsana. Ia mengingat momen awal ketika pertama kali mengunjungi Makassar pada masa awal kariernya sebagai penulis.
Saat itu, jumlah pembaca yang hadir dalam kegiatan temu penulis masih terbatas. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan karier kepenulisannya.
“Karena aku kangen banget, aku terakhir kali kesini tuh 8 tahun lalu. Dulu, aku lupa di Gramedia mana, tapi kayaknya di dalam mall gitu, lalu kayaknya yang dateng kayak 15 orang gitu,” ungkap Tsana, di Gramedia Pettarani Makassar, Minggu (19/04/2026).
Pengalaman masa lalu tersebut menjadi pengingat akan perjalanan panjang yang telah dilaluinya sebagai penulis. Dari jumlah pembaca yang relatif sedikit di awal karier, kini Tsana kembali dengan jangkauan pembaca yang jauh lebih luas.
Perkembangan tersebut menunjukkan pertumbuhan minat baca terhadap karya-karyanya. Perubahan ini juga mencerminkan peningkatan popularitas yang diraih dalam beberapa tahun terakhir.
Bagi Tsana, Makassar menjadi salah satu kota yang meninggalkan kesan mendalam dalam perjalanan kariernya. Kota ini menjadi bagian dari awal perjalanan ketika ia mulai dikenal sebagai penulis.
Kenangan tersebut membuat kunjungan kali ini terasa lebih bermakna. Ia menilai bahwa setiap kota yang dikunjungi memiliki cerita tersendiri dalam proses pertumbuhan kariernya.
Selain bernostalgia, kunjungan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan karya terbaru Tsana kepada pembaca di Makassar. Novel yang dibawa dalam tur kali ini mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan generasi muda.
Ia mengaku merasa lebih siap untuk kembali bertemu dengan pembaca di Makassar dibandingkan kunjungan sebelumnya. Pengalaman yang telah dilalui selama bertahun-tahun memberikan kepercayaan diri yang lebih besar.
Proses pendewasaan sebagai penulis juga memengaruhi cara berinteraksi Tsana dengan para pembacanya.
“Jadi pengen banget kesini lagi dengan musim yang baru, dengan aku yang kayak, ‘kayaknya aku udah siap deh untuk ke Makassar lagi’ gitu,” tuturnya.
Selain berbagi cerita tentang karya terbarunya, Tsana juga menyampaikan pesan motivasi kepada pembaca di Makassar. Ia mendorong generasi muda untuk berani memulai sesuatu yang mereka minati.
Keberanian untuk memulai disebutnya menjadi langkah awal dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Pesan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pembaca yang hadir.
“Terakhir kali ke Makassar umur aku 19 tahun dan sekarang sudah lebih tua, jadi kayak mungkin melihat pasukan aku kayak adik-adik. Jadi buat teman-teman di Makassar kalau mau memulai sesuatu, lebih baik dimulai. Karena lebih baik menyesal karena memulai daripada menyesal karena gak pernah tau rasanya,” pungkasnya.














