KabarMakassar.com — Kinerja awal tahun Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar mendapatkan perhatian serius dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar.
Hingga memasuki April atau sepertiga perjalanan tahun anggaran, realisasi program dan anggaran baru menyentuh angka sekitar 10 persen.
Sorotan itu disampaikan Anggota Komisi B DPRD Makassar, Irmawati Sila, dalam rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) bersama Dispar. Ia menilai capaian tersebut jauh dari harapan dan perlu penjelasan konkret dari jajaran dinas.
“Ini sudah bulan empat, artinya sepertiga tahun berjalan. Tapi realisasinya baru sekitar 10 persen. Pertanyaannya, apa sebenarnya kendala di triwulan pertama sehingga serapannya sangat minim?” tegas Irmawati, Rabu (01/04).
Ia meminta Dinas Pariwisata tidak hanya memaparkan angka, tetapi juga menjelaskan secara rinci hambatan yang terjadi, termasuk program yang belum berjalan atau masih dalam proses namun belum tercatat dalam laporan resmi.
Menurutnya, Monev berikutnya harus disertai proyeksi yang jelas terkait peningkatan realisasi. DPRD, kata dia, ingin melihat komitmen konkret berupa target capaian yang terukur dalam waktu dekat.
“Ke depan harus ada gambaran, setelah monev ini realisasi bisa naik berapa persen. Jangan hanya normatif, tapi harus jelas langkah percepatannya,” tegas Ketua Hanura Makassar itu.
Irmawati juga menyoroti sejumlah program dalam Dispar yang dinilai belum optimal, padahal sektor pariwisata Makassar memiliki potensi besar untuk mendongkrak pendapatan daerah (PAD).
Ia menaruh harapan pada kepala dinas yang dinilai masih relatif baru menjabat agar mampu menghadirkan inovasi dan terobosan.
“Saya yakin dengan pengalaman sebelumnya, harusnya bisa dibuktikan di pariwisata ini. Potensi kita besar, tinggal bagaimana menghadirkan program yang lebih progresif dan berdampak,” tukasnya.














