KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar resmi meluncurkan Makassar Creative Hub (MCH) sebagai program unggulan pertama dari tujuh janji prioritas pasangan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham.
Peluncuran ini digelar secara meriah di Anjungan Pantai Losari, Sabtu malam (21/6), dan dihadiri oleh berbagai elemen, termasuk tokoh pemerintah, legislatif, komunitas kreatif, serta generasi muda Makassar.
Salah satu pernyataan dukungan datang dari Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Kota Makassar, Rahmat Mappatoba.
Ia menilai MCH merupakan terobosan strategis yang dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas di Kota Makassar, terutama dengan menyasar kalangan fresh graduate dan pelaku ekonomi kreatif pemula.
“Sy kira program yang diluncurkan Pemerintah Kota Makassar ini, yang diinisiasi oleh Bapak Wali Kota Makassar, adalah langkah maju dan sangat membawa angin segar dalam lebih menggali potensi-potensi kreatif di Kota Makassar,” ujar Rahmat, Minggu (22/06).
Menurutnya, kehadiran Makassar Creative Hub menjawab kebutuhan generasi muda yang saat ini sedang mencari wadah untuk menyalurkan minat dan bakat mereka, baik dalam konteks menjawab tantangan dunia kerja maupun mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia kerja.
Rahmat juga menekankan bahwa inisiatif ini sangat relevan dengan kebutuhan zaman, di mana ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor yang tumbuh signifikan dan berkontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah.
“Program ini menyasar pada fresh graduate dan pelaku-pelaku kreatif yang saat ini ingin lebih mengembangkan minat dan bakatnya dalam menjawab tantangan dunia kerja ataupun yang baru akan memasuki dunia kerja,” lanjut Rahmat.
Ia pun optimistis, apabila MCH dikelola secara berkelanjutan dan inklusif, maka efek jangka panjangnya akan sangat positif, terutama terhadap peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal. Ini akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi, pengurangan pengangguran, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Makassar.
“Ini akan mengarah pada lebih maksimalnya penyerapan tenaga kerja yang nantinya tentu memberikan dampak positif dalam pertumbuhan ekonomi, khususnya di Kota Makassar,” tambahnya.
Makassar Creative Hub sendiri dirancang sebagai ruang kolaborasi dan inkubasi ide-ide kreatif. Di dalamnya, tersedia fasilitas seperti ruang pelatihan, co-working space, studio kreatif, serta akses terhadap pembinaan.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan, MCH menjawab dua tantangan besar kota: tingginya angka pengangguran dan rendahnya akses anak muda terhadap pelatihan dan sertifikasi kerja. Saat ini, data BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka Makassar masih berkisar di angka 9,7 persen tertinggi di Sulawesi Selatan.
“MCH adalah bukti dari janji yang kami realisasikan lebih awal. Bukan sekadar program seremonial, tapi tempat nyata bagi anak muda untuk berkembang dan bersaing,” tegas
Menurut Appi, MCH dirancang bukan sekadar sebagai bangunan, tetapi ekosistem kreatif yang hidup. Tempat ini dilengkapi dengan ruang pelatihan, komunitas, toko kreatif, hingga kafe, yang semuanya dirancang ramah bagi penyandang disabilitas, perempuan, dan kelompok marjinal lainnya. Aksesnya sepenuhnya gratis.
“Di sini, anak-anak muda bisa meng-upgrade keterampilannya lewat pelatihan bersertifikat. Gratis bukan berarti seadanya. Kualitas tetap kami jaga, dan sertifikatnya diakui secara nasional,” ujarnya.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemkot menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai mitra teknis. Jika pelatihan di MCH tidak mencukupi dari sisi fasilitas atau kapasitas, peserta akan dialihkan ke BLK untuk mendapatkan pelatihan lebih lanjut.
Selain membekali peserta dengan hard skill dan soft skill yang relevan, MCH juga dibentuk sebagai pusat kolaborasi lintas disiplin. Appi berharap tempat ini menjadi laboratorium ide dan inovasi, sekaligus jembatan menuju peluang kerja di sektor kreatif, digital, hingga industri konvensional.
“Kita ingin anak-anak Makassar jadi tuan rumah di kotanya sendiri. Tidak kalah dengan tenaga kerja dari luar. Bahkan kalau bisa, kita cetak anak-anak muda yang mampu bersaing hingga ke pasar internasional,” tambahnya.














