Indeks

Rupiah Menguat Rp16.770, Dolar Tertekan Akibat Sentimen Pasar Global

Komdigi Ungkap Kerugian Penipuan Digital Capai Rp7,5 Triliun
Ilustrasi rupiah (Dok: Int)

KabarMakassar.com — Nilai tukar rupiah dibuka menguat atas dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan, Selasa (10/02).

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah dibuka pada level Rp16.770 per dolar AS atau menguat sebanyak 0,15 persen.

Usai di perdagangan sebelumnya rupiah sukses memutus tren pelemahannya dengan ditutup menguat 0,39 persen di level Rp16.795 per dolar AS.

Tercatat, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 10.00 WITA menguat tipis 0,10 persen di level 96,964 walau pada perdagangan sebelumnya sempat turun 0,83 persen.

Diproyeksikan pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi oleh dinamika dolar AS di pasar global yang saat ini berada dalam tekanan.

Dari pergerakan indeks dolar maka mencerminkan pelemahan dolar, dimana menunjukkan pelaku pasar melaksanakan aksi jual terhadap aset-aset berdenominasi greenback.

Peningkatan tekanan atas dolar juga tampak usai laporan yang menyebut regulator China mengimbau lembaga keuangan agar menahan laju kepemilikan surat utang pemerintah Amerika Serikat.

Isu itu membuat kekhawatiran berkurangnya permintaan asing atas aset berdenominasi dolar Amerika Serikat. Dimana pelemahan dolar juga terjadi usai Direktur National Economic Council, Kevin Hassett, mengatakan jika pasar patut untuk memperhatikan angka ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih rendah.

Selain itu, pasar turut menimbang peluang pelonggaran atas kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), juga bersiap terhadap adanya potensi perubahan arah kebijakan moneter AS terlebih atas nominasi Kevin Warsh dalam menggantikan Jerome Powell sebagai ketua The Fed.

error: Content is protected !!
Exit mobile version