KabarMakassar.com –- Kondisi memprihatinkan menimpa Daeng Ngarung (70), seorang warga lansia di Dusun Pabentengang, Desa Kayuloe Barat, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto.
Di usia senjanya, ia harus kehilangan tempat bernaung yang layak setelah rumah yang ditempatinya selama bertahun-tahun kini dalam kondisi nyaris ambruk dan membahayakan nyawa.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, potret kemiskinan tampak jelas dari bangunan rumah Daeng Ngarung. Atap rumah telah bocor di berbagai sisi, dinding kayu yang menjadi pelindung utama sudah rapuh termakan usia, serta kondisi lantai yang rusak parah. Rumah tersebut kini sudah tidak lagi memenuhi standar hunian sehat dan layak.
Risiko keselamatan yang sangat tinggi, terutama saat memasuki musim hujan, memaksa lansia yang hidup sebatang kara ini harus meninggalkan rumahnya.
Kini, Daeng Ngarung terpaksa mengungsi di kediaman kerabatnya yang tidak jauh dari lokasi, karena khawatir bangunan tersebut sewaktu-waktu bisa rata dengan tanah.
“Saat ini, Daeng Ngarung tinggal di rumah keluarganya. Sudah sekitar satu tahun di sana bersama keponakannya karena kondisi rumahnya yang sudah sangat membahayakan,” ujar Agung Setiawan di lokasi, Jumat (16/1).
Dengan kondisi memprihatikan tersebut, ia kini hanya bisa berserah diri sembari berharap ada keajaiban yang datang mengetuk pintu rumah pengungsiannya.
Melalui informasi ini, diharapkan adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Jeneponto, lembaga sosial, para donatur, maupun masyarakat luas yang tergerak hatinya.
Bantuan berupa material bangunan, dana perbaikan, maupun tenaga sangat dibutuhkan agar Dg Ngarung dapat kembali memiliki rumah yang aman dan sehat di sisa usianya.
Bagi masyarakat atau pun pihak yang tergerak hatinya untuk menyalurkan bantuan atau ingin mengetahui informasi lebih lanjut, dapat langsung berkoordinasi dengan Perangkat Desa Kayuloe Barat.
Setiap uluran tangan kita hari ini adalah napas baru bagi Daeng Ngarung untuk kembali menata hidup dengan lebih layak dan bermartabat.














