KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengusulkan pembangunan Ruang Terbuka Publik (RTP) di kawasan Sumasang, Desa Sorowako, sebagai bagian dari strategi menjadikan Danau Matano sebagai destinasi wisata unggulan daerah. Proyek tersebut diproyeksikan menelan anggaran sekitar Rp24 miliar dan ditargetkan menjadi prioritas pembangunan pada tahun 2027.
Pembangunan ruang publik ini diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Upaya tersebut menjadi bagian dari pengembangan kawasan Danau Matano yang diarahkan secara terencana dan berkelanjutan.
Pemerintah daerah menilai keberadaan ruang publik multifungsi di kawasan strategis Danau Matano sangat penting untuk mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Kawasan Sumasang dipilih karena memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat aktivitas wisata berbasis danau.
Selain itu, pembangunan RTP juga diharapkan mampu memperkuat fungsi ekologis kawasan melalui penyediaan ruang terbuka hijau. Dengan demikian, pengembangan pariwisata tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga memperhatikan keseimbangan lingkungan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Luwu Timur, Andi Juana Fachruddin, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah dokumen pendukung sebagai bentuk keseriusan dalam mengusulkan pembangunan tersebut.
Dokumen tersebut menjadi bagian dari persyaratan teknis untuk memastikan kesiapan proyek sebelum masuk dalam prioritas pembangunan nasional. Pemerintah berharap proyek RTP di kawasan Sumasang dapat memperoleh dukungan dari pemerintah pusat.
“Pemerintah Kabupaten Luwu Timur telah menyiapkan dokumen readiness criteria sebagai bentuk keseriusan kami. Kami berharap usulan pembangunan Ruang Terbuka Publik (RTP) di Sumasang, Desa Sorowako, dapat menjadi prioritas dalam program kerja Ditjen Cipta Karya tahun 2027,” tuturnya, Kamis (09/04/2026).
RTP yang direncanakan akan dibangun di kawasan tersebut dirancang sebagai ruang publik multifungsi yang mengakomodasi berbagai kebutuhan masyarakat. Fasilitas yang disiapkan meliputi taman terbuka, jalur jogging, ruang bermain anak, hingga pusat kuliner yang terintegrasi dengan aktivitas wisata air.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata. Selain itu, ruang publik ini juga dirancang untuk menjadi pusat interaksi sosial yang terbuka dan inklusif bagi masyarakat.
“RTP ini bukan hanya untuk mempercantik kawasan wisata, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial masyarakat, meningkatkan kesehatan melalui aktivitas fisik, sekaligus memperkuat fungsi ekologis ruang terbuka hijau dalam menyerap polusi,” tambahnya.
Berdasarkan perencanaan pemerintah pusat, proyek pembangunan RTP Sumasang telah masuk dalam Sistem Informasi Perencanaan Anggaran (SIPA). Masuknya proyek tersebut dalam sistem perencanaan menunjukkan bahwa pembangunan telah melalui tahap pengusulan dan kajian awal.
Pemerintah daerah optimistis keberadaan fasilitas ini akan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Danau Matano. Selain itu, peningkatan kunjungan wisata diharapkan mampu menggerakkan sektor usaha lokal dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Ini akan menjadi ikon baru yang mendukung pengembangan pariwisata Danau Matano secara berkelanjutan,” pungkas Andi Juana.














