KabarMakassar.com — Direktur Utama PT Sulsel Citra Indonesia (SCI) Asradi mengklaim perusahaan daerah tersebut berhasil menekan beban utang hingga sekitar Rp2 miliar tanpa menambah pinjaman baru sepanjang 2025.
Menurut Asradi, langkah tersebut dilakukan melalui berbagai upaya pembenahan internal dan efisiensi di tubuh perusahaan sejak dirinya memimpin PT SCI.
“Sejak kami mengambil alih, tidak ada penambahan utang dan kami melakukan pengurangan utang sekitar dua miliar rupiah,” ujarnya, Minggu (08/03).
Ia menjelaskan, salah satu strategi utama yang dilakukan adalah menerapkan efisiensi menyeluruh dalam operasional perusahaan. Kebijakan tersebut mencakup pengurangan struktur direksi hingga penghematan penggunaan fasilitas operasional.
Asradi menyebut, sebelumnya PT SCI memiliki empat direksi. Namun jumlah tersebut dipangkas menjadi tiga untuk menekan beban operasional perusahaan.
“Kami melakukan efisiensi total dalam berbagai bidang. Direksi yang sebelumnya empat kami kurangi menjadi tiga, karena kami menilai tugas yang ada masih bisa ditangani tanpa menambah direksi baru,” jelasnya.
Selain itu, perusahaan juga melakukan penghematan pada fasilitas operasional seperti mobil dinas dan perjalanan dinas. Penggunaan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) bahkan disebut hanya sekitar 10 persen dibandingkan penggunaan pada tahun sebelumnya.
“Penggunaan SPPD kami turunkan drastis, mungkin tinggal sekitar sepuluh persen dari total pemakaian tahun sebelumnya,” kata Asradi.
Ia menambahkan, seluruh peralatan dan perlengkapan yang ada juga dimaksimalkan penggunaannya sehingga perusahaan tidak perlu melakukan pengeluaran tambahan.
Langkah efisiensi tersebut, lanjut Asradi, menjadi bagian dari strategi untuk memperbaiki kondisi keuangan perusahaan sekaligus memastikan PT SCI dapat beroperasi lebih sehat tanpa menambah beban utang baru.














