KabarMakassar.com — Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Universitas Islam Makassar (UIM) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat yakni pelatihan pembuatan trainer kit jaringan komputer di Dusun Kambang, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dipimpin oleh ketua tim, Kamal, anggota Ashabul Taufik, dan Indra Farman, serta diikuti oleh 12 remaja mitra sasaran.
Pelatihan yang berlangsung sejak Juni hingga desember 2025 nanti ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis dan wawasan kewirausahaan kelompok remaja setempat.
Ketua Tim, Kamal mengatakan bahwa selama pelatihan peserta mendapatkan pembekalan teori jaringan komputer, praktik langsung perakitan trainer kit, serta sesi penerapan teknologi melalui simulasi pembelajaran.
Tidak hanya fokus pada aspek teknis, tim pelaksana juga memberikan materi kewirausahaan, mulai dari penghitungan harga pokok produksi hingga strategi pemasaran produk edukatif.
Hasilnya, 83,3 persen peserta berhasil mengoperasikan trainer kit secara mandiri, serta mulai memahami potensi pemasaran produk ini ke sekolah atau lembaga kursus di wilayah sekitar.
Kamal menyebut bahwa program ini dirancang untuk memberdayakan remaja agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta atau pengembang produk yang bernilai ekonomis.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para remaja dapat menjadi agen perubahan di lingkungan mereka, sekaligus membuka peluang usaha kreatif yang berkelanjutan,” ungkapnya, Jumat (15/08).
Sebagai tindak lanjut, pihaknya mengatur kelompok usaha remaja berbasis komunitas untuk dapat melanjutkan produksi dan pengembangan trainer kit secara mandiri.
Kamal menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan, penguatan literasi teknologi, dan penciptaan peluang ekonomi kreatif di daerah tertinggal.
“Dengan adanya kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat dan pemerintah desa diharapkan model pemberdayaan masyarakat ini dapat direplikasi di wilayah lain yang memiliki tantangan serupa,” pungkasnya.














