KabarMakassar.com — Upaya Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar dalam menertibkan parkir liar kembali mendapat perhatian.
Pasalai, penertiban di beberapa titik rawan kemacetan akhir pekan lalu justru berujung ricuh atau keributan setelah petugas bersitegang dengan oknum juru parkir liar di kawasan Mall Ratu Indah (MARI).
Kepala Dishub Makassar, Muhammad Rheza, mengungkapkan bahwa kawasan Mall Panakkukang (MP), Jalan Penghibur Kecamatan Ujung Pandang, dan depan Mall MARI menjadi titik prioritas penanganan. Pasalnya, setiap malam Sabtu dan Minggu, kawasan ini selalu padat kendaraan hingga menimbulkan kemacetan.
“Keributan kemarin terjadi saat anggota kami menegur pengendara yang nekat parkir di area terlarang depan MARI. Teguran itu tidak diterima, sehingga sempat bersitegang dengan preman-preman yang menguasai area itu,” jelas Rheza, Senin (22/09).
Menurutnya, persoalan parkir liar kerap memuncak saat akhir pekan, terutama ketika arus kendaraan meningkat. Dishub pun harus mengerahkan personel lebih banyak untuk berjaga, terutama di kawasan MP yang dipadati pengunjung sejak pagi hingga malam.
Selain preman parkir, Rheza menyoroti kontribusi pengemudi ojek online (ojol) yang ikut memicu kekacauan lalu lintas. Banyak driver, baik motor maupun mobil, sengaja menunggu orderan di titik larangan parkir.
“Antrean ojol ini kadang sudah memadati depan MARI sejak pukul tujuh malam. Kalau dibiarkan, situasi tambah semrawut,” katanya.
Untuk mencari solusi, Dishub berencana memanggil operator transportasi online pada Kamis mendatang. Pertemuan ini diharapkan melahirkan kesepakatan agar driver tidak lagi berkerumun di titik rawan kemacetan.
“Kami terus berupaya, dan akan duduk bersama operator online untuk mencari jalan keluar. Supaya tidak ada lagi kerumunan kendaraan di tempat yang dilarang parkir,” tegas Rheza.
Selain tiga titik utama itu, Dishub juga memperketat pengawasan di Anjungan Pantai Losari dan sepanjang Jalan Penghibur. Namun, Rheza mengingatkan bahwa penertiban tak akan berjalan efektif tanpa dukungan warga.
“Seberapa banyak petugas kami yang bisa bekerja kalau tidak ada kesadaran masyarakat? Kalau mau Makassar bebas macet dan bebas parkir liar, harus ada peran aktif warga. Jangan seenaknya parkir, jangan semaunya sendiri,” pungkasnya.














