kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Deteksi TBC, Pemerintah Bakal Luncurkan Rontgen Gratis di 514 Kabupaten/Kota

Deteksi TBC, Pemerintah Bakal Luncurkan Rontgen Gratis di 514 Kabupaten/Kota
Ilustrasi Tuberkulosis (TBC), (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Pemerintah terus meningkatkan upaya menekan angka tuberkulosis (TBC) di Indonesia melalui program pemeriksaan kesehatan gratis dan penemuan kasus aktif (active case finding).

Langkah ini menjadi prioritas Kementerian Kesehatan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat TBC yang masih tergolong tinggi di Tanah Air.

Wakil Menteri Kesehatan, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menegaskan pentingnya deteksi dini. “TBC menjadi masalah penting karena jumlah kasusnya di Indonesia diperkirakan mencapai 1.060.000 orang. Saat ini baru sekitar 90 persen yang berhasil teridentifikasi dan ternotifikasi,” ujar Prof. Dante dilaman resmi Kemenkes RI, Jumat (22/09).

Capaian ini dianggap signifikan, mengingat pada 2022 notifikasi kasus baru hanya 56 persen. Peningkatan tersebut berkat program percepatan melalui pemeriksaan rutin dan active case finding, yang mampu menemukan kasus yang sebelumnya tidak terdeteksi.

Prof. Dante menambahkan, banyak pasien TBC yang tidak terdiagnosis karena gejalanya mirip penyakit ringan. “Ada pasien yang semakin kurus atau nafsu makan menurun, sering disangka sakit maag biasa, padahal TBC,” jelasnya.

Salah satu inovasi terbaru adalah pemeriksaan TBC menggunakan rontgen massal. Pemerintah daerah Jawa Tengah sudah mulai menerapkannya dan terbukti efektif dalam menemukan kasus aktif. Ke depan, pemerintah pusat merencanakan penyediaan alat rontgen di seluruh 514 kabupaten/kota di Indonesia.

“Alat ini akan digunakan secara bergilir di kecamatan-kecamatan dan diberikan gratis bagi masyarakat, baik untuk pemeriksaan kesehatan rutin maupun active case finding TBC,” terang Prof. Dante.

Selain rontgen, deteksi dini juga dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan formulir skrining. Kombinasi metode ini diharapkan dapat menekan angka kasus TBC secara signifikan.

Data menunjukkan, angka kematian akibat TBC pada 2022 mencapai 386 per 100 ribu penduduk. Pemerintah menargetkan penurunan drastis menjadi 65 per 100 ribu penduduk pada 2030.

Program percepatan ini merupakan arahan Presiden Republik Indonesia untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat. Pemerintah daerah diminta mendukung penuh, termasuk melalui alokasi anggaran, pelatihan tenaga kesehatan, dan sosialisasi masif kepada masyarakat.

Prof. Dante optimistis bahwa dengan sinergi semua pihak dan inovasi seperti rontgen gratis, Indonesia mampu menekan kasus TBC hingga target nasional tercapai, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh daerah.

error: Content is protected !!