KabarMakassar.com — Menyambut pencapaian 100 hari masa kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham, sejumlah program prioritas mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pemerintah Kota Makassar kini tengah fokus memastikan implementasi dari tujuh program unggulan yang telah dicanangkan sejak awal masa jabatan.
Wali Kota Munafri Arifuddin menyampaikan bahwa fase awal kepemimpinannya lebih diarahkan pada peletakan fondasi program, bukan pada penyelesaian penuh.
“100 hari kerja itu bukan berarti semua program harus selesai. Ini fase perencanaan dan peletakan dasar pelaksanaan,” ungkapnya.
Tujuh program tersebut mencakup iuran sampah gratis, seragam sekolah gratis, pembangunan stadion bertaraf internasional, pemasangan instalasi air bersih gratis, jaminan sosial, aplikasi layanan publik Mulia Super App, serta Makassar Creative Hub.
Menurut Munafri, seluruh program kini dalam tahap pelaksanaan dan dipastikan memiliki progres yang bisa dipantau.
Ia mencontohkan pembangunan stadion internasional yang meski tidak mungkin rampung dalam waktu singkat, namun tahap awal konstruksi dan perencanaan sudah mulai berjalan.
Sementara itu, program iuran sampah gratis mulai diterapkan secara bertahap seiring kesiapan infrastruktur dan pengaturan kebijakan pendukung.
Hal serupa juga diterapkan pada program lainnya, dengan memperhitungkan waktu pelaksanaan dan kendala teknis di lapangan.
Pemkot Makassar saat ini tengah menyusun laporan kinerja yang akan dipaparkan kepada publik untuk menandai 100 hari kerja pemerintahan Munafri–Aliyah.
Laporan ini akan memuat data realisasi program, presentase capaian, serta tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan.
“Kami akan jelaskan sejauh mana capaian program-program itu. Berapa persen sudah terealisasi dan apa tantangannya,” ujar Munafri.
Salah satu program yang direncanakan akan diluncurkan bertepatan dengan peringatan 100 hari adalah Makassar Creative Hub.
Pusat kegiatan kreatif yang berlokasi di Anjungan Pantai Losari ini diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengekspresikan ide dan karya mereka.
“Kalau sudah siap, kita akan launching. Supaya masyarakat tahu bentuknya, kegiatan apa saja yang dilakukan, dan siapa yang bisa mengaksesnya,” tambahnya.
Sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas, Pemkot juga menyiapkan program percontohan (pilot project) untuk menunjukkan bukti nyata dari capaian awal pemerintahan Munafri–Aliyah.
“Pasti akan ada. Ini kami siapkan agar masyarakat bisa langsung melihat hasil kerja kami,” tutup Munafri.














