KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar mulai mematangkan langkah penanganan jangka panjang pasca bentrokan antarkelompok pemuda di Kecamatan Tallo yang kembali pecah pada Selasa siang.
Insiden tersebut memicu kebakaran hebat di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Beroangin, Panampu, dan menghanguskan rumah panggung milik warga.
Setelah situasi berhasil dikendalikan oleh aparat keamanan, Pemkot Makassar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mulai menyusun tahapan penanganan lanjutan, tidak hanya berfokus pada pemulihan keamanan tetapi juga pada stabilitas sosial di kawasan tersebut.
Kepala Badan Kesbangpol Kota Makassar, Fatur Rahim, mengatakan bahwa intervensi pemerintah akan dilakukan secara bertahap dan terstruktur. Tahap awal tetap berfokus pada pemulihan keamanan sebagai prioritas utama.
“Tahap pertama tentu keamanan, itu prioritas Polda dan aparat keamanan. Setelah itu pemerintah masuk dengan edukasi bahaya narkoba, pemberdayaan pekerjaan sesuai karakter warga,” ujarnya, Rabu (19/11).
Fatur menjelaskan bahwa berbagai program pemberdayaan akan disiapkan untuk memutus mata rantai konflik dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Salah satunya melalui Makassar Kreatif Hub dan program ketenagakerjaan.
“Semua akan berjalan kolaboratif,” singkatnya.
Terkait penyelesaian konflik antarkelompok, Pemkot tidak menutup opsi mempertemukan pihak-pihak yang terlibat bentrok, namun penanganan fisik tetap menjadi prioritas utama.
“Pasti ada solusi, salah satu langkah penanganan itu mempertemukan kedua pihak. Tapi saat ini fokus dulu adalah mengurangi risiko, khususnya alat-alat perang di lokasi,” jelas Fatur.
Upaya penyisiran pun terus dilanjutkan aparat bersama Pemkot Makassar untuk memastikan tidak ada lagi barang berbahaya yang dapat memicu bentrokan susulan.
“Karena dari hasil penyisiran, ditemukan bom molotov, parang, busur, hingga badik,” tegasnya.
Pemkot Makassar menegaskan bahwa penanganan pasca konflik di Tallo akan dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, dengan menggabungkan pendekatan keamanan, edukasi, dan peningkatan kesejahteraan warga guna mencegah konflik serupa terulang kembali.














