KabarMakassar.com — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar Balita, Ibu Hamil, dan Anak sekolah menjadi perhatian serius di tingkat kelurahan di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Perhatian tersebut ditunjukkan oleh Kepala Kelurahan Panaikang, Iskandar Nyoyo, saat melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah Posyandu dan sekolah yang menjadi sasaran di wilayahnya pada Jumat (3/10).
Menurut Iskandar, sidak dilakukan berdasarkan dari bagian tindak lanjut Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, untuk memastikan makanan yang didistribusikan dapur MBG ke Posyandu dan Sekolah, tetap higienis dan sesuai standar gizi.
“Sidak ini dilakukan untuk memastikan penyaluran MBG di Posyandu dan Sekolah harus tepat waktu dan tepat sasaran, serta memeriksa kondisi makanan sesuai porsi yang disediakan,” Ujar Iskandar saat dikonfirmasi.
Menurutnya, langkah ini dilakukan karena makanan ini dikonsumsi oleh kelompok rentan, seperti balita dan ibu hamil serta anak-anak sekolah, sehingga standar kebersihannya harus dijaga ketat untuk mencegah potensi keracunan, berulat dan basi.
Oleh karena itu, Ia ingin memastikan setiap paket makanan memiliki komposisi yang seimbang, termasuk protein hewani, sayuran, dan sumber karbohidrat, sesuai dengan pedoman program MBG.
Selain itu, pihaknya juga diperintahkan untuk mengecek jumlah makanan yang tersedia di wilayah kerjanya saat ini harus sesuai dengan data penerima. Sebab, jumlah makanan yang tersedia terkadang melebihi dari data yang ada.
Ia pun mengaku jika kondisi tersebut pernah ditemukan saat melakukan pengecekan dilapangan.
“Biasa terjadi di lapangan, makanan ini lebih, kadang kelebihannya mencapai 1 sampai 5 porsi karena banyak Kelurahan atau desa setaunya mereka hanya mengejar target, semakin banyak, semakin disuka. Nah, secara otomatis, kelebihan ini dapat merugikan uang negara,” jelasnya.
Bagi Iskandar, kegiatan ini menunjukkan keseriusan Pemkab Jeneponto, Khususnya, Pemerintah Kelurahan untuk mengawal program MBG. Pengawasan di tingkat akar rumput seperti ini sangat vital untuk mencegah potensi kecurangan porsi, penggunaan bahan baku yang tidak layak, atau masalah kebersihan yang bisa berdampak pada kesehatan penerima manfaat.
Diharapkan, langkah yang dilakukan Lurah Panaikang ini dapat menjadi contoh bagi kelurahan dan desa lain di Jeneponto agar program Makanan Bergizi Gratis benar-benar membawa manfaat maksimal bagi peningkatan gizi masyarakat.














