kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Nyaris Ambruk Jembatan Rampoang Ditutup, Berikut Jalur Alternatifnya!

KabarMakassar.com — Jembatan Rampoang atau Salu Pikun yang berlokasi di Kelurahan Rampoang, Kecamatan Bara, Kota Palopo nyaris ambruk, Senin (17/10) malam.

Akibat kejadian tersebut, Jalan Poros Palopo – Masamba ditutup dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan.

Kasatlantas Polres Kota Palopo, Iptu Siswaji dalam keterangannya mengatakan jembatan Sungai Pikun belum dapat dilewati.

Pihaknya pun meminta para pengguna jalan untuk tidak melewati jembatan tersebut mengingatkan kondisi jembatan tidak memungkinkan untuk dilalui.

"Dimohon pada pengguna jalan yang melintas jalur arah Palopo-Masamba maupun sebaliknya agar tidak melintas di jembatan Sungai Pikun mengingat kondisi jembatan yang tidak memungkinkan untuk dilewati. Dimohon agar tetap bersabar dan patuhi peraturan berlalu lintas," tulisnya, dikutip dari postingan Instagram akun @satlantas_respalopo, Selasa (18/10).

Diketahui jembatan Salu Pikun yang nyaris ambruk disebabkan penyangga atau talud jembatan mengalami kerusakan akibat meluapnya air sungai sejak beberapa hari lalu.

Adapun jalur alternatif bagi pengendara roda dua terdapat disamping jembatan.

Sedangkan jalur alternatif untuk mobil roda empat dari arah Palopo menuju Masamba yakni di lorong Perumnas tembus ke arah Lapangan Rampoang atau melalui Jalan Andi Djemma kemudian Jalan KH. A. Razak lalu Jalan Tandi Pau selanjutnya Jalan KHM. Kasim dan tembus di Jalan DR. Ratulangi 

Begitupun sebaliknya jalur alternatif dari arah Masamba menuju Palopo yakni masuk ke lorong Lapangan Rampoang dan keluar di lorong Perumnas atau melalui Jalan DR. Ratulangi menuju Jalan KHM Kasim lalu Jalan Tandi Pau selanjutnya Jalan KH. Razak tembus ke Jalan Andi Djemma.

Berdasarkan laporan, Iptu Siswaji mengatakan, arus lalu lintas di jalur alternatif di Jalan Perumnas Rampoang cukup padat, mengingat jalur ini merupakan satu-satunya alternatif yang ada.

"Arus lalin di Perumnas Rampoang yang merupakan jalur alternatif satu-satunya yang ada di Jalur Trans Sulawesi, untuk situasi masih bisa dikendalikan, namun, antrian masih cukup panjang," pungkasnya.

error: Content is protected !!