kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Modernisasi Pertanian di Jeneponto Dimulai, Fokus ke Efisiensi dan Serapan Gabah

Modernisasi Pertanian di Jeneponto Dimulai, Fokus ke Efisiensi dan Serapan Gabah
Bupati Jeneponto, Paris Yasir bersama Wabup Islam Iskandar, anggota DPRD Imam Taufiq, Dandim 1425 Letkol Inf Muhammad Amin saat menghadiri Rakor Serapan Gabah di Kantor Dinas Pertanian (Dok : Ist).

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Dinas Pertanian menggelar Sosialisasi Klaster Pertanian Modern dan Rapat Koordinasi Serapan Gabah Petani Musim Tanam Rendengan 2024–2025.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Aula Dinas Pertanian Jeneponto ini di buka langsung oleh Bupati Jeneponto Paris Yasir dan dihadiri Wakil Bupati, anggota DPRD Imam Taufiq, Dandim 1425 Letkol Inf Muhammad Amin, Polres Jeneponto, Ketua Komisi II DPRD, serta unsur Forkopimda lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Paris menekankan pentingnya kolaborasi antara seluruh elemen — pemerintah daerah, TNI/Polri, legislatif, hingga pelaku usaha pertanian untuk menjaga stabilitas harga gabah dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kegiatan ini adalah wujud keseriusan kita dalam membangun ketahanan pangan dan memastikan hasil panen petani terserap maksimal,” ujar Bupati Jeneponto, Jumat (11/04) kemarin.

Paris juga menegaskan pentingnya menjaga ketahanan pangan sebagai bagian dari cita-cita pembangunan nasional (Asta Cita).

“Ketahanan pangan ini harus dimulai, diusahakan, dan dilaksanakan. Tentu dengan mengedepankan kolaborasi bersama Bulog agar serapan hasil panen sesuai dengan target harga pemerintah,” ujarnya.

Di sisi lain, Paris juga menyampaikan bahwa sektor pengawasan menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar para tengkulak tidak merugikan petani dan harga gabah tetap stabil.

Di waktu yang sama, Kadis Pertanian Jeneponto, Achmad S. Tunru menyampaikan pihaknya telah mengusulkan berbagai kebutuhan pertanian ke pemerintah pusat, di antaranya perbaikan irigasi, bantuan alat pascapanen, dan alat serap panen.

“Hal ini dilakukan untuk menunjang efisiensi dan kualitas hasil pertanian petani Jeneponto,” katanya.

Disamping itu, Achmad juga memperkenalkan konsep Klaster Pertanian Modern yang akan diterapkan sebagai model pengembangan pertanian berbasis kawasan.

“Model ini mengintegrasikan peran petani, penyuluh, dan mitra usaha dalam satu ekosistem pertanian yang produktif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Jeneponto berharap melalui forum ini seluruh pihak dapat bersinergi mendukung pembangunan sektor pertanian yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan demi kemakmuran masyarakat petani Jeneponto.

error: Content is protected !!