kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Makassar Perkuat Kota Inklusif

Makassar Perkuat Kota Inklusif
Pusat Disabilitas Universitas Hasanuddin (Unhas) Audiensi dengan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Komitmen menjadikan Makassar sebagai kota inklusif kembali ditegaskan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.

Kali ini, Pemerintah Kota membuka ruang sinergi bersama Pusat Disabilitas Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam audiensi yang digelar di Balai Kota, Selasa (24/06). Pertemuan ini menandai langkah konkret memperluas ruang aman dan aksesibel bagi penyandang disabilitas.

Dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Disabilitas Unhas, Ishak Salim, pertemuan tersebut menjadi forum untuk memperkenalkan secara resmi peran lembaga yang ia pimpin dalam mendampingi komunitas disabilitas.

Ishak menegaskan pentingnya dukungan lintas sektor dalam membangun kebijakan yang berpihak pada hak-hak penyandang disabilitas, tidak sekadar simbolik.

“Makassar memiliki potensi besar menjadi kota inklusif. Tapi itu tidak akan tercapai jika tidak diikuti dengan kebijakan yang menyentuh infrastruktur, budaya, dan pelayanan publik,” ujar Ishak.

Pusat Disabilitas Unhas juga menyampaikan serangkaian agenda peringatan Hari Disabilitas Nasional yang akan berlangsung akhir Juni. Salah satunya adalah Seminar Pariwisata Inklusif yang digelar di Anjungan Pantai Losari, 26 Juni 2025. Kegiatan ini bertujuan merumuskan strategi menjadikan destinasi wisata di Makassar ramah terhadap pengguna kursi roda, tunanetra, dan disabilitas lainnya.

Selain seminar, akan digelar pula pertunjukan seni inklusif pada 28 Juni 2025 yang melibatkan langsung komunitas disabilitas, juga perayaan simbolik di atas Kapal Pinisi sebagai bentuk dukungan terhadap akses wisata bahari yang ramah disabilitas.

“Semua kegiatan ini ingin menegaskan bahwa ruang-ruang publik, termasuk ikon kota seperti Losari dan wisata laut, harus bisa diakses dan dinikmati oleh siapa pun, tanpa kecuali,” lanjut Ishak.

Ishak menyampaikan harapan agar kolaborasi ini tidak berhenti pada satu pertemuan, melainkan menjadi langkah sistemik yang melibatkan kampus, komunitas, dan birokrasi kota. Ia menekankan pentingnya kemitraan jangka panjang yang menghadirkan aksi nyata di lapangan.

“Makassar tidak boleh hanya menjadi kota ramah disabilitas di baliho, tapi juga di trotoar, halte, pantai, stadion, ruang kerja, dan sistem pelayanan publiknya. Kami dari kampus siap mendukung dari sisi akademik, advokasi, maupun kegiatan langsung,” tegas Ishak.

Respon positif pun datang dari Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Ia mengapresiasi inisiatif Pusat Disabilitas Unhas dan membuka peluang kolaborasi lebih lanjut, termasuk pada sektor olahraga inklusif. Dalam dialog lanjutan, Munafri bahkan mengusulkan penyelenggaraan pertandingan sepak bola untuk penyandang disabilitas, seperti sepak bola tunanetra.

“Pemerintah Kota Makassar sangat terbuka terhadap gagasan-gagasan yang membangun ruang kesetaraan. Bukan hanya bentuk acara, tetapi kita ingin memastikan fasilitas, pelayanan, dan dukungan anggaran benar-benar hadir,” ujar Munafri.

Ia menyatakan bahwa inklusivitas tidak boleh berhenti pada deklarasi atau perayaan seremonial, tetapi harus masuk ke dalam perencanaan pembangunan daerah, termasuk Rencana Strategis dan penganggaran lintas OPD.

Pemerintah Kota Makassar menegaskan kembali visinya membangun kota yang setara dan manusiawi. Dukungan dari Pusat Disabilitas Unhas memperkaya arah kebijakan pemerintah agar tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada nilai keadilan sosial.

Munafri menutup pertemuan dengan pernyataan bahwa kota yang baik adalah kota yang mampu mendengar dan merangkul semua warganya, tanpa terkecuali.

“Kota ini tidak hanya milik mereka yang kuat dan sehat. Kota ini harus jadi milik semua orang,” pungkasnya.

error: Content is protected !!