KabarMakassar.com — Isu kekerasan berbasis gender (KBG) menjadi perhatian serius di wilayah Luwu Raya.
Save the Children memulai intervensi jangka panjang dengan meluncurkan dua program strategis yang menyasar perlindungan perempuan, anak, hingga penguatan ketahanan masyarakat menghadapi tekanan ekonomi dan krisis iklim.
Peluncuran program tersebut digelar di Ruang Pertemuan Bapperida Luwu Utara, Selasa (19/05).
menandai dimulainya implementasi Program ELEVATE dan CORE yang akan berjalan hingga 2029.
Program ELEVATE menjadi salah satu fokus utama karena secara khusus dirancang untuk mencegah dan menangani kekerasan berbasis gender melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi perempuan. Program yang mendapat dukungan Uni Eropa ini akan dijalankan di Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur bersama sejumlah mitra lokal.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Luwu Utara, H Aspar, menegaskan persoalan perlindungan perempuan dan anak membutuhkan keterlibatan aktif semua pihak, bukan hanya lembaga tertentu.
“Kolaborasi adalah kunci utama untuk memastikan anak-anak terlindungi, perempuan berdaya secara sosial-ekonomi, serta komunitas kita tangguh menghadapi krisis iklim,” ujar Aspar dalam keterangan, Rabu (20/05).
Selain isu kekerasan terhadap perempuan, Save the Children juga mendorong penguatan perlindungan anak dan ketahanan ekonomi masyarakat melalui Program CORE.
Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat tata kelola perlindungan perempuan, pemenuhan hak anak, serta membangun ketangguhan komunitas di tengah ancaman perubahan iklim.
Ketua TP PKK Luwu Utara, Misnawati Andi Abdullah Rahim, menilai pencegahan kekerasan berbasis gender harus dimulai dari unit terkecil, yakni keluarga. Menurutnya, perempuan yang memiliki kemandirian ekonomi cenderung memiliki posisi tawar lebih kuat dalam menghadapi berbagai bentuk kerentanan.
“Pencegahan harus dimulai dari rumah. Ketika perempuan diperkuat secara ekonomi, maka risiko kerentanan juga bisa ditekan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Luwu, Muharman, memastikan dukungan pemerintah daerah untuk keberlanjutan program tersebut. Ia menilai sinergi antarmitra pembangunan penting agar intervensi yang dijalankan tidak berhenti sebagai program jangka pendek.
Program ini menjadi salah satu intervensi sosial besar di kawasan Luwu Raya, dengan fokus membongkar akar persoalan kekerasan berbasis gender sekaligus memperkuat perlindungan kelompok rentan.















