KabarMakassar.com — Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya peningkatan pengetahuan perempuan terkait pemenuhan gizi keluarga sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia (SDM) nasional yang sehat dan berdaya saing di masa depan.
Menurutnya, membuka akses terhadap makanan bergizi merupakan langkah positif, namun tidak cukup tanpa disertai pemahaman yang memadai dari masyarakat, khususnya perempuan, mengenai gizi seimbang.
“Pemahaman masyarakat, terutama perempuan, tentang pentingnya pemenuhan gizi keluarga yang seimbang sangat penting diwujudkan,” kata Lestari dalam keterangan tertulis, Minggu (10/8).
Pernyataan Lestari menanggapi data hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang diumumkan Kementerian Kesehatan RI melalui Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) pada Mei 2025. Survei tersebut mencatat prevalensi stunting di Indonesia mencapai 19,8%. Angka ini masih harus ditekan hingga 14,2% sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2029, atau turun sekitar 5,6% lagi dalam lima tahun ke depan.
Lestari yang akrab disapa Rerie menilai, peran perempuan sangat krusial dalam membentuk kebiasaan konsumsi makanan bergizi di rumah tangga. Ia mendorong agar edukasi gizi juga diperluas ke institusi pendidikan, sehingga peserta didik sejak dini memahami pentingnya pola makan sehat.
Selain pemahaman, Rerie menekankan perlunya dukungan peningkatan kesejahteraan keluarga agar pemenuhan gizi dapat terealisasi.
“Pengetahuan para perempuan tentang pentingnya makanan bergizi harus diikuti langkah nyata di keluarga masing-masing,” ujar anggota Komisi X DPR RI dari Dapil Jawa Tengah II itu.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem tersebut juga mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk bergotong royong menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi setiap warga negara. Tujuannya, melahirkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing di tingkat global.
