KabarMakassar.com — Ketua Fraksi PKS Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, menyampaikan tujuh rekomendasi kepada jajaran pimpinan baru Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar periode 2026–2031.
Menurutnya, kepengurusan yang baru dilantik harus menjadikan momentum awal untuk memperkuat tata kelola zakat yang lebih profesional, transparan, dan mampu memberi dampak nyata bagi pengentasan kemiskinan.
Andi Hadi menilai BAZNAS memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Karena itu, pengelolaan dana umat harus dilakukan secara akuntabel serta berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
“BAZNAS merupakan mitra strategis Pemerintah Kota dan DPRD dalam upaya mengurangi kemiskinan. Kami berharap kepengurusan baru memperkuat tata kelola yang transparan, meningkatkan literasi zakat, serta memastikan setiap rupiah dana umat benar-benar tepat sasaran,” ujar Andi Hadi, Senin (06/07).
Menurut Andi Hadi tujuh poin yang harus menjadi prioritas bagi BAZNAS Kota Makassar.
1. Perkuat Digitalisasi dan Transparansi
Andi Hadi meminta BAZNAS memaksimalkan layanan berbasis digital agar proses penghimpunan maupun penyaluran zakat semakin mudah diakses masyarakat.
Menurutnya, sistem pembayaran zakat secara daring, laporan keuangan berkala, hingga dasbor penyaluran yang dapat dipantau publik akan meningkatkan kepercayaan para muzaki.
“Kepercayaan muzaki lahir dari keterbukaan. Semakin transparan pengelolaan zakat, semakin besar pula kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS,” katanya.
2. Perluas Literasi Zakat Kontemporer
Ia juga menyoroti masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai zakat profesi, zakat perusahaan, maupun berbagai instrumen zakat modern. Untuk itu, BAZNAS didorong memperluas edukasi melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, masjid, dan majelis taklim.
Menurutnya, peningkatan literasi akan berdampak pada bertambahnya jumlah muzaki sekaligus memperluas potensi penghimpunan zakat di Kota Makassar.
3. Perbesar Program Pemberdayaan Mustahik
Andi Hadi menilai pola penyaluran zakat tidak boleh hanya berhenti pada bantuan konsumtif. BAZNAS diminta memperbanyak program pemberdayaan ekonomi agar penerima manfaat dapat mandiri secara ekonomi.
“BAZNAS tidak boleh berhenti pada distribusi konsumtif. Harus ada program yang mampu mengubah mustahik menjadi muzaki,” tegasnya.
Ia mengusulkan pengembangan program seperti bantuan modal usaha mikro, pelatihan vokasional, beasiswa produktif, hingga pengembangan Z-Mart yang disertai pendampingan usaha.
4. Sinkronkan Data dengan Pemerintah Kota
Untuk meningkatkan ketepatan sasaran, Andi Hadi meminta data penerima manfaat BAZNAS diselaraskan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Pemerintah Kota Makassar.
Ia menilai sinkronisasi data juga penting dilakukan bersama lembaga amil zakat lainnya agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan kepada masyarakat.
5. Bentuk Unit Tanggap Darurat Zakat
Melihat kondisi Makassar yang kerap menghadapi bencana seperti banjir dan kebakaran permukiman, BAZNAS dinilai perlu memiliki unit tanggap darurat yang didukung dana siaga dari pos infak dan sedekah.
Dengan langkah tersebut, bantuan bagi warga terdampak bencana dapat disalurkan lebih cepat tanpa menunggu proses administrasi yang panjang.
6. Tingkatkan Profesionalisme Amil
Andi Hadi juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan BAZNAS melalui sertifikasi amil, audit syariah, audit keuangan independen, hingga inovasi penghimpunan zakat dari sektor korporasi.
“Amanah umat harus dijaga dengan integritas. Profesionalisme menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap BAZNAS,” ujarnya.
Menurutnya, potensi zakat dari perusahaan yang beroperasi di kawasan industri maupun pelabuhan juga perlu terus dioptimalkan.
7. Libatkan Generasi Muda dalam Gerakan Zakat
Poin terakhir yang disampaikan adalah perlunya melibatkan kalangan muda dalam gerakan zakat. Andi Hadi menilai generasi milenial dan Gen Z memiliki potensi besar untuk memperkuat budaya filantropi.
Ia mengusulkan pembentukan relawan zakat berbasis kampus dan komunitas, serta penyelenggaraan festival zakat sebagai media edukasi sekaligus memperluas partisipasi generasi muda.
Andi Hadi menegaskan Fraksi PKS DPRD Kota Makassar siap mendukung BAZNAS melalui fungsi legislasi dan pengawasan agar setiap program berjalan efektif serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“DPRD akan mengawal agar seluruh program BAZNAS benar-benar berpihak kepada kaum dhuafa, tepat sasaran, dan memiliki dampak yang bisa diukur,” tegasnya.
Ia berharap kepengurusan baru BAZNAS Kota Makassar mampu menghadirkan berbagai inovasi dalam pengelolaan zakat sehingga dapat menjadi contoh tata kelola zakat yang modern, profesional, dan berdaya guna di tingkat nasional.
