KabarMakassar.com — Anggota Komisi II DPR RI, Ujang Bey, mengecam keras aksi dosen Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Ghazali, Amal Said, yang meludahi seorang kasir swalayan di Kota Makassar.
Ujang Bey menilai tindakan tersebut tidak pantas, terlebih pelaku merupakan aparatur sipil negara (ASN) sekaligus tenaga pendidik.
“Saya kira setiap PNS harus mengedepankan etika dalam bersikap di ruang publik. Apalagi yang bersangkutan seorang tenaga pendidik, sudah sepatutnya memberikan contoh yang baik dan positif,” tegas Ujang Bey, Selasa (30/12).
Legislator Fraksi Partai NasDem itu menegaskan bahwa kasus tersebut harus ditangani secara serius melalui mekanisme penegakan kode etik ASN. Ia mendorong Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk menjatuhkan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
“Karena yang bersangkutan adalah PNS, maka kita serahkan ke BKN sebagai lembaga yang mengatur kode etik ASN untuk menentukan sanksi apa yang tepat diberikan,” ujar Ujang Bey.
Ujang Bey juga mengaku sangat menyesalkan sikap arogan yang ditunjukkan Amal Said. Menurutnya, perilaku tersebut mencederai rasa keadilan dan melukai perasaan publik, terlebih peristiwa itu terekam kamera pengawas dan menyebar luas di media sosial.
“Diakui atau tidak, tindakan yang terekam CCTV dan kemudian viral itu sangat melukai perasaan publik yang melihatnya,” katanya.
Ia pun mengingatkan seluruh ASN agar lebih berhati-hati dalam bersikap, terutama di era keterbukaan informasi saat ini. Menurutnya, setiap tindakan di ruang publik berpotensi menjadi sorotan luas masyarakat.
“Di tengah dunia yang serba terbuka karena kecepatan informasi, sudah seharusnya PNS lebih berhati-hati bersikap di ruang publik. Jangan sampai ada perasaan orang lain yang terluka karena sikap yang ditunjukkan kurang baik atau kasar,” imbuhnya.
Sebelumnya, dosen berstatus ASN bernama Amal Said dilaporkan meludahi kasir swalayan berinisial N (21) di salah satu gerai di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sulawesi Selatan. Insiden tersebut diduga dipicu oleh teguran karena pelaku memotong antrean. Rekaman kejadian itu pun viral dan menuai kecaman luas dari masyarakat.













