KabarMakassar.com — Kasus dugaan penyerangan yang terjadi di dua kantor pemerintah di Kota Makassar masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Dua lokasi yang menjadi sasaran yakni kantor Perumda Parkir Makassar dan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar. Peristiwa tersebut terjadi pada malam hari dan menimbulkan kerusakan fasilitas, meski tidak menimbulkan korban jiwa, Kamis (15/1)
Kepolisian menyatakan telah melakukan langkah-langkah penyelidikan dengan mengumpulkan bukti dan keterangan saksi di lokasi kejadian. Sejumlah rekaman kamera pengawas menjadi petunjuk utama untuk mengungkap identitas para pelaku serta pola pergerakan sebelum dan sesudah aksi penyerangan terjadi.
Berdasarkan hasil penelusuran awal, polisi menduga penyerangan dilakukan oleh sekelompok orang yang bergerak menggunakan beberapa sepeda motor.
Dari rekaman CCTV yang telah diamankan, tampak para pelaku mendatangi lokasi, melakukan penyerangan dalam waktu singkat, lalu meninggalkan tempat kejadian. Pola tersebut menguatkan dugaan bahwa aksi dilakukan secara terencana.
Pihak kepolisian juga mengungkapkan bahwa penyerangan diduga berlangsung di dua lokasi berbeda dalam rentang waktu berdekatan.
Kantor Dishub Makassar disebut menjadi lokasi pertama yang diserang, sebelum kelompok yang sama bergerak menuju kantor Perumda Parkir Makassar. Dugaan ini masih terus didalami untuk memastikan urutan kejadian dan peran masing-masing pelaku.
Sejumlah saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik untuk memperkuat hasil analisis rekaman CCTV.
Selain itu, polisi turut mengamankan barang bukti berupa pecahan kaca yang ditemukan di lokasi kejadian. Meski terjadi kerusakan fasilitas, kepolisian memastikan tidak ada korban luka karena kondisi kantor dalam keadaan kosong saat penyerangan berlangsung.
Dari pihak Perumda Parkir Makassar, Humas Perumda Parkir, Asrul, membenarkan adanya peristiwa penyerangan tersebut pada Kamis (15/1) Ia menyebut kejadian terjadi pada dini hari dan terekam jelas oleh kamera pengawas yang terpasang di sekitar kantor.
“Dari rekaman CCTV Perumda Parkir terlihat ada tujuh sepeda motor. Salah satu pelaku turun dan melakukan penyerangan. Kejadiannya sekitar pukul 04.00 dini hari,” ujar Asrul.
Menurutnya, akibat penyerangan tersebut, pihak Perumda Parkir mengalami kerugian berupa kerusakan fasilitas, khususnya pada bagian kaca. Meski tidak ada aktivitas pegawai saat kejadian, peristiwa itu tetap menimbulkan kekhawatiran karena menyasar kantor pelayanan publik.
“Kerugian yang kami alami berupa pecahan kaca. Untungnya saat kejadian kantor dalam kondisi kosong,” jelasnya.
Asrul berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap dan menangkap para pelaku penyerangan. Ia menilai pengungkapan kasus ini penting untuk memberikan rasa aman, tidak hanya bagi pegawai Perumda Parkir, tetapi juga bagi institusi pelayanan publik lainnya di Kota Makassar.
“Kami berharap pelaku segera ditangkap. Kami juga ingin mengetahui apa motif dari penyerangan ini,” katanya.














